Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

Perempuan Lanjut Usia Tewas Terpanggang di Rumahnya

Depi Gunawan
06/2/2019 10:55
Perempuan Lanjut Usia Tewas Terpanggang di Rumahnya
(Ilustrasi)

EMAH langsung tewas di tempat saat kebakaran melanda rumahnya di Kampung Bewak, RW 03/04 Desa Jayagiri, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Selasa (5/2) malam.

Saat kejadian, korban yang sudah berusia kurang lebih 70 tahun ini seorang diri di rumahnya. Dalam tempo waktu sekitar satu jam, amukan si jago merah melumat habis rumahnya yang terbuat dari kayu dan tripleks.

Pada mulanya, warga menduga musibah itu tidak ada korban. Baru setelah api berhasil dipadamkan, warga mengetahui ternyata korban ada di dalam rumah.

Saat ditemukan, Emah sudah dalam keadaan terpanggang di salah satu kamar.

Kapolsek Lembang, AKP Sutarman memperkirakan, kebakaran berasal dari tungku api yang berada di samping rumah korban. 

"Kejadiannya sekitar pukul 20.00 WIB, korban tinggal seorang di rumahnya, ibu Emah tidak bisa menyelamatkan diri, akhirnya terbakar dan meninggal dunia di rumahnya," katanya di lokasi kejadian.

 

Baca juga: Polisi: Satu Balita Diduga Tewas dalam Kebakaran di Puttussibau

 

Sebelum pemadam kebakaran tiba di lokasi, tetangga korban berusaha memadamkan api dengan menyiramkan air, namun karena tempat kejadian perkara (TKP) berada di pemukiman padat, nyawa korban akhirnya tak dapat tertolong.

Sutarman mengatakan, diduga perempuan lanjut usia itu tewas karena terjebak serta tertimpa reruntuhan bangunan sehingga tidak sempat menyelamatkan diri ke luar rumah. 

"Kobaran api cepat membesar karena dinding rumah berbahan kayu yang mudah terbakar ditambah dengan tiupan api yang cukup kencang," ungkapnya.

Meski kobaran api sangat besar, kebakaran ini tidak sampai merembet ke bangunan sebelahnya berkat kesigapan warga dan regu pemadam kebakaran. Padahal di samping rumah korban terdapat gudang penyimpanan kayu.

Sementara tiga unit mobil pemadam kesulitan menjangkau lokasi karena korban yang diketahui merupakan penerima bantuan rumah tidak layak huni (rutilahu) ini tidak bisa diakses kendaraan serta berada di gang sempit sehingga rumah panggung berukuran 4x6 meter ini sama sekali tak tersisa.

"Rumah korban ini berada di paling ujung, jadi ke kanan dan ke kiri tidak ada tetangga, hanya di sebelahnya ada gudang kayu. Alhamdulillah, api tidak sampai merembet ke gudang itu," ujarnya.

Korban baru dievakuasi setelah tim Inafis Polres Cimahi melakukan olah TKP di lokasi, jenazahnya kemudian diurus di masjid setempat. Pihak keluarga bersama Ketua RW setempat menyatakan kejadian ini adalah sebuah musibah sehingga korban tidak dilakukan autopsi.

"Dari hasil kesepakatan keluarga, mereka keberatan almarhum diautopsi. Dibuatkan pernyataan di atas materai yang diketahui anak, cucu, RT, RW dan kepala desa," bebernya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya