Headline

Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.

Solo Great Sale 2019 Targetkan Transaksi 600 miliar

Ferdinand
29/1/2019 17:30
Solo Great Sale 2019 Targetkan Transaksi 600 miliar
(. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha/ama/18.)

PEMERINTAH Kota dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Surakarta, Jawa Tengah, menggelar Solo Great Sale (SGS) 2019 pada 31 Januari mendatang.

Event tahunan yang kali ini diikuti oleh hampir 7.000 tenant dan merchant itu ditargetkan mampu membukukan transaksi sebesar Rp600 miliar.

"Target itu cukup realistis, karena pada SGS 2018 transaksi yang dicatatkan mencapai Rp530 miliar," kata Kepala Kadin Surakarta, Gareng S Haryanto, Selasa (29/1).

Gareng memaparkan, pelaksanaan SGS dari tahun ke tahun memperlihatkan perkembangan positif. Hal itu terlihat dari terus bertambahnya tenant dan merchant serta peningkatan jumlah transaksi.

Pada SGS 2019 yang mengangkat tema Mudahnya Belanja di Masa Penuh Warna ini, panitia semula hanya menargetkan 6.000 tenant dan merchant. Ternyata, yang mendaftar hampir mencapai 7.000.

"Hal yang menggembirakan, tahun ini peserta dari pasar tradisional dan UMKM sangat banyak. Jumlahnya hampir mencapai 4.000. Ini yang membedakan SGS di Solo dengan daerah lain," imbuh Wakil Ketua Kadin Surakarta, David R Wijaya.

 

Baca juga: Tol Trans-Jawa Diharapkan Dongkrak Pengunjung Solo Great Sale

 

Pada SGS 2019, lanjut David, pihaknya juga berupaya mendorong masyarakat untuk mengoptimalkan transaksi nontunai. Salah satunya dengan memberikan poin ekstra.

Setiap pembeli yang mengunakan metode pembayaran nontunai akan mendapatkan dua poin, sementara yang membayar secara tunai hanya satu poin. Poin yang terkumpul akan diundi dan yang beruntung bisa membawa pulang hadiah-hadiah menarik.

Kepala Dinas Pariwisata Kota Surakarta, Hasta Gunawan berharap SGS 2019 yang akan dibuka oleh Menteri Pariwisata ini dapat menggairahkan kunjungan wisatawan ke kota itu. Dengan demikian akan memberikan multiplier effect kepada berbagai usaha dan jasa di bidang kepariwisataan serta ekonomi masyarakat secara langsung.

"Harapannya ini dapat memperkuat branding Kota Surakarta sebagai kota jasa, wisata, dan belanja berbasis budaya," katanya. (OL-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Dwi Tupani
Berita Lainnya