Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PASIEN demam berdarah dengue (DBD) yang sedang mendapat perawatan di RSUD Sekarwangi, Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meninggal dunia. Ironisnya, pasien yang diketahui bernama Siti Nurmilah itu sedang mengandung.
"Adik saya dua hari dirawat di RSUD Sekarwangi Cibadak. Pada Rabu (23/1) sekitar pukul 13.00 WIB, saat dalam perawatan, adik saya meninggal dunia," kata Yana, 35, kakak almarhum, kepada wartawan, Jumat (25/1).
Almarhumah tercatat sebagai warga Kampung Cijolang RT 10/03, Desa Cibuntu, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi. Sebelum dirawat di RSUD Sekarwangi Cibadak, almarhumah sempat dirawat di RSUD Palabuhanratu Senin (21/1).
Almarhumah merupakan pasien rujukan dari Puskesmas Simpenan. Namun tim medis RSUD Palabuhanratu mengaku tak sanggup merawat karena kondisi almarhumah sedang hamil tua.
Siti akhirnya dirujuk ke RSUD Sekarwangi Cibadak. Kabarnya, bayi dalam kandungan lebih dulu meninggal dunia.
"Adik saya baru diketahui terjangkit DBD setelah dicek darah. Dokter di RSUD Sekarwangi mengatakan pada keluarga bahwa kondisi tubuh almarhumah tak stabil akibat DBD," terang Yana.
Baca juga: Tak Ada Lonjakan Kasus DBD di DIY yang sebabkan KLB
Saat ini keluarga almarhumah mulai dihantui kekhawatir bakal terjadinya penyebaran kasus DBD. Mereka berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi melakukan pencegahan penyebaran DBD. Apalagi dalam kondisi cuaca ekstrem saat ini yang dibarengi tingginya intensitas curah hujan.
"Harus ada pencegahan DBD di wilayah kami. Jangan ada lagi korban lainnya yang terjangkit DBD," pungkasnya.
Sementara itu Dinas Kesehatan Kota Sukabumi menggalakkan program Gerakan Satu Rumah Satu Jumantik (G1R1J). Langkah itu dilakukan sebagai bentuk antisipasi penyebaran DBD yang sekarang mulai marak.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Sukabumi, Lulis Delawati, mengatakan program G1R1J merupakan upaya mengawal setiap keluarga agar tidak terjangkit wabah DBD. Selama ini, kata Lulis, petugas Jumantik hanya melibatkan kader dan petugas puskesmas.
"Program ini nantinya setiap keluarga akan jadi Jumatik," kata Lulis, Jumat (25/1).
Lulis menerangkan, program G1R1J ini akan dilaksanakan di seluruh
kecamatan. Intinya, jelas Lulis, tugas yang dilakukan mereka nanti yakni memantau, memeriksa, memberantas jentik, dan melakukan PSN di masing-masing rumah.
"Jadi ada pelibatan keluarga dalam pemberantasan jentik dan sarang nyamuk melalui kegiatan 3M Plus," tandasnya. (OL-3)
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Kasus leptospirosis di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, meningkat tajam sepanjang 2025. Sebaliknya, kasus demam berdarah dengue (DBD) justru mengalami penurunan.
ECDC mencatat lebih dari 5 juta kasus demam berdarah dengue (DBD) secara global sepanjang Januari hingga Desember 2025.
Vaksin yang sedang diuji adalah V181-005, sebuah formulasi baru yang berpotensi memberikan perlindungan yang lebih cepat dan efisien.
Berdasarkan data Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR), selama Januari hingg 30 Oktober 2025 angka demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia mencapai 131.393 kasus.
Kementerian Kesehatan memperkuat kewaspadaan terhadap peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) di musim hujan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved