Headline
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Pemerintah pelajari seluruh risiko menyusul putusan MA AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEJUMLAH lahan sawah di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terdampak berbagai bencana banjir dan tanah longsor. Namun kondisi tersebut tak terlalu berdampak signifikan terhadap tingkat produktivitas.
"Dampaknya pasti ada, tapi tak signifikan," kata Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Kabupaten Cianjur, Mamad Nano, Senin (21/1).
Luas lahan tanam padi di Kabupaten Cianjur sekitar 161.892 hektare. Dari luasan lahan tersebut, tingkat produksi beras mencapai 835 ribu ton.
"Para petani di Cianjur sudah mengatur pola tanam. Kalau cuaca tak mendukung, mereka tak memaksa menanam," terangnya.
Karena itu, Mamad memastikan persediaan beras di Kabupaten Cianjur masih relatif aman. Hingga saat ini musim panen masih relatif terkendali.
"Pola tanam padi sudah diberi jangka waktu per tiga kali panen," jelasnya.
Kebutuhan beras masyarakat Kabupaten Cianjur rata-rata 225 ribu ton. Dengan persediaan sebanyak 835 ribu ton, berarti terdapat sebanyak 610 ribu ton.
"Artinya kita mengalami surplus," tutur Mamad.
Baca juga: Badan Geologi Kaji Lokasi Pergerakan Tanah di Kecamatan Cidaun Cianjur
Setelah masa panen Maret mendatang yang diklaim tidak mundur, kata Mamad, lahan-lahan tersebut pun siap kembali tanam untuk periode berikutnya. Mamad menambahkan, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai kebutuhan beras.
"Persediaan beras juga dibantu dari Bulog," pungkasnya.
Kepala Bulog Subdivre Cianjur, Agus Siswantoro, menambahkan stok beras di gudang-gudang milik Bulog Subdivre Cianjur, hingga kini relatif cukup melimpah. Saat ini stok di gudang mencapai 2 ribu ton dan di masyarakat mencapai hampir 500 ribu ton.
"Persediaan di Bulog Subdivre Cianjur mengalami suprlus. Di masyarakat saja stoknya mencapai 500 ribu ton ditambah dengan stok di gudang-gudang lebih kurang 2 ribu ton," kata Agus, belum lama ini.
Apalagi saat ini Bulog Subdivre Cianjur hanya melayani penyaluran untuk alokasi pagu Bantuan Pangan Nontunai (BPNT). Sehingga penyalurannya relatif berkurang karena Bulog Subdivre Cianjur hanya melayani distribusi beras untuk masyarakat sejahtera (rastra).
"Kalau dihitung kebutuhan, stok yang tersedia saat ini cukup untuk 5 hingga 6 bulan ke depan," tuturnya.
Agus mengatakan pergerakan harga beras, khususnya jenis medium, terpantau relatif stabil. Saat ini harganya di kisaran Rp9.400 hingga Rp9.500 per kilogram. Sementara beras premium di kisaran Rp11 ribu per kilogram.
"Salah satu fungsi Bulog yaitu mengantisipasi atau mengerem laju penaikan harga atau istilahnya mengganduli. Jadi, jangan sampai harga beras, khususnya jenis medium meningkat," tandasnya. (OL-3)
PT Food Station Tjipinang Jaya (Perseroda) mengunci pasokan pangan jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan stok pangan nasional surplus dan aman hingga Idulfitri 2026.
Kebutuhan pokok masyarakat yang dijual seperti beras, terigu, gula pasir, telor, bawang merah, bawang putih, minyak goreng, mi instan dan kebutuhan pokok lainnya.
Harga kebutuhan pokok yang dijual di gerakan pangan murah seperti minyak goreng, Rp19 ribu per liter, gula pasir Rp18 ribu per kilogram, tepung Rp10 ribu per kilogram.
Pemerintah di bawah komando Presiden Prabowo Subianto terus melanjutkan kebijakan yang berpihak pada petani dalam negeri melalui optimalisasi penyerapan hasil produksi pangan nasional.
Adapun total bantuan yang telah disalurkan mencapai sekitar 353,5 ribu ton beras dan 70,7 juta liter minyak goreng.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved