Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN nelayan tradisional di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, sejak sepekan terakhir tidak melaut. Pasalnya di kawasan setempat semakin langka mendapatkan BBM bersubsidi jenis solar (bio solar).
Padahal itu merupakan kebutuhan utama sebagai bahan bakar mesin kapal motor kayu yang dipakai nelayan. Adapun BBM nonsubsidi dengan golongan sejenis tidak diminati lantaran biaya yang dikeluarkan nelayan akan membengkak. Mereka mengalkulasi antara biaya yang dikeluarkan dengan yang diperoleh dari hasil tangkapan.
"Kalau bio solar harganya lebih murah yaitu sekitar Rp5.150 per liter, sedangkan dexlite mencapai Rp10.500 per liter. Itu kan berbeda jauh sehingga harga dexlite tidak sesuai dengan perolehan hasil tangkapan ikan nelayan kecil," kata nelayan tradisional di Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, Abdi, kepada Media Indonesia, Minggu (30/12).
Akibat kelangkaan BBM jenis solar bersubsidi, nelayan Nagan Raya yang biasanya beraktivitas mencari ikan di perairan laut Samudera Hindia, kini menganggur.
Ratusan kapal kayu harus parkir di pesisir pantai atau musra sungai. Di Kuala pesisir misalnya, puluhan kapal milik nelayan tradisional terparkir di tepi pantai.
Baca Juga: Nelayan Kotabaru Desak Pertamina Tambah SPBN
Untuk menutupi kebutuhan nafkah keluarga, sebagian dari mereka beralih menjadi kuli bangunan. Sementara, lainnya menjadi buruh tani. Ada juga yang memenuhi kebutuhan hidup dengan berutang pada warung atau toko langganan.
"Hendak pergi ke laut, terkendala kelangkaan bahan bakar bersubsidi. Kalau berhenti begini, semakin terbebani biaya hidup keluarga," ujar nelayan lainnya, Junaidi.
Pemerhati masalah sosial nelayan Aceh, Muhammad Haiqal, mengharapkan pemerintah atau pihak terkait menanggapi serius persoalan yang dihadapi Aceh termasuk pelaut di Nagan Raya. Karena terkendalanya aktivitas nelayan bisa merembet ke persoalan lain yang lebih serius dan menyeluruh.
Apalagi kerja keras nelayan tidak jauh beda dengan peran petani. Sebulan mereka tidak bekerja, bisa berimbas ke seluruh lapisan masyarakat. Persoalan yang mereka hadapi adalah hal serius dan tidak boleh didiamkan.
"Kalau mereka bekerja normal seolah-olah kehadirannya tidak tampak. Tapi coba kalau mereka tidak bekerja, pasti kita semua terusik. Pasalnya, kebutuhan pokok belum bisa tegantikan dengan batu bara, bahan logam atau hasil galian dalam perut bumi lainnya, " tutur Muhammad Haiqal.(OL-5)
Seluruh infrastruktur mulai dari Terminal BBM hingga SPBU di jalur kritikal telah disiagakan 24 jam. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan yang diprediksi meningkat
Wilayah penyangga seperti Maros bahkan mencatatkan stok di atas 10.200 liter per SPBU, yang berfungsi sebagai buffer supply jika terjadi lonjakan konsumsi mendadak di Makassar.
Harga gas alam di Eropa juga melonjak 6,6% menjadi hampir 55 euro (sekitar $63) per MWh.
Wakil presiden tidak memberikan penjelasan lebih lanjut, dengan mengatakan bahwa ia tidak ingin mendahului Presiden Donald Trump
Tindakan panic buying atau pembelian berlebihan BBM justru berisiko memicu kondisi kelangkaan semu di lapangan.
PERTAMINA mengimbau masyarakat untuk bijak menggunakan energi dan sesuai dengan kebutuhan seraya memastikan ketersediaan pasokan BBM selama Idulfitri
Seorang nelayan asal Pulo Aceh, Kabupaten Aceh Besar, dilaporkan terdampar di Sri Lanka setelah perahu motor yang ditumpanginya mengalami kerusakan mesin.
Nelayan di Poncosari, Bantul mengapresiasi program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) gagasan Presiden Prabowo.
Kehidupan masyarakat pesisir di Karimunjawa mengalami perubahan karena dampak dari perubahan iklim yang terus menerus.
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved