Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
RATUSAN nelayan tradisional di Kabupaten Nagan Raya, Provinsi Aceh, sejak sepekan terakhir tidak melaut. Pasalnya di kawasan setempat semakin langka mendapatkan BBM bersubsidi jenis solar (bio solar).
Padahal itu merupakan kebutuhan utama sebagai bahan bakar mesin kapal motor kayu yang dipakai nelayan. Adapun BBM nonsubsidi dengan golongan sejenis tidak diminati lantaran biaya yang dikeluarkan nelayan akan membengkak. Mereka mengalkulasi antara biaya yang dikeluarkan dengan yang diperoleh dari hasil tangkapan.
"Kalau bio solar harganya lebih murah yaitu sekitar Rp5.150 per liter, sedangkan dexlite mencapai Rp10.500 per liter. Itu kan berbeda jauh sehingga harga dexlite tidak sesuai dengan perolehan hasil tangkapan ikan nelayan kecil," kata nelayan tradisional di Kecamatan Kuala Pesisir, Nagan Raya, Abdi, kepada Media Indonesia, Minggu (30/12).
Akibat kelangkaan BBM jenis solar bersubsidi, nelayan Nagan Raya yang biasanya beraktivitas mencari ikan di perairan laut Samudera Hindia, kini menganggur.
Ratusan kapal kayu harus parkir di pesisir pantai atau musra sungai. Di Kuala pesisir misalnya, puluhan kapal milik nelayan tradisional terparkir di tepi pantai.
Baca Juga: Nelayan Kotabaru Desak Pertamina Tambah SPBN
Untuk menutupi kebutuhan nafkah keluarga, sebagian dari mereka beralih menjadi kuli bangunan. Sementara, lainnya menjadi buruh tani. Ada juga yang memenuhi kebutuhan hidup dengan berutang pada warung atau toko langganan.
"Hendak pergi ke laut, terkendala kelangkaan bahan bakar bersubsidi. Kalau berhenti begini, semakin terbebani biaya hidup keluarga," ujar nelayan lainnya, Junaidi.
Pemerhati masalah sosial nelayan Aceh, Muhammad Haiqal, mengharapkan pemerintah atau pihak terkait menanggapi serius persoalan yang dihadapi Aceh termasuk pelaut di Nagan Raya. Karena terkendalanya aktivitas nelayan bisa merembet ke persoalan lain yang lebih serius dan menyeluruh.
Apalagi kerja keras nelayan tidak jauh beda dengan peran petani. Sebulan mereka tidak bekerja, bisa berimbas ke seluruh lapisan masyarakat. Persoalan yang mereka hadapi adalah hal serius dan tidak boleh didiamkan.
"Kalau mereka bekerja normal seolah-olah kehadirannya tidak tampak. Tapi coba kalau mereka tidak bekerja, pasti kita semua terusik. Pasalnya, kebutuhan pokok belum bisa tegantikan dengan batu bara, bahan logam atau hasil galian dalam perut bumi lainnya, " tutur Muhammad Haiqal.(OL-5)
Untuk itu Imron meminta Pertamina agar terus meningkatkan kinerja, melalui lifting yang terus meningkat diharapkan bisa mendukung upaya ketahanan energi nasional.
Di Provinsi Aceh, dari total 156 SPBU, sebanyak 151 SPBU atau sekitar 97% telah kembali beroperasi.
Anggapan bahwa mengisi bensin di siang hari mendapatkan volume lebih sedikit ketimbang di malam hari memang memiliki landasan ilmiah, namun dampaknya tidaklah signifikan.
Pada periode libur panjang dan musim perayaan, masyarakat cenderung beralih menggunakan BBM berkualitas demi menjaga performa kendaraan selama perjalanan jarak jauh.
Dari Stasiun Labuan di Kota Medan, setiap harinya dialirkan setidaknya 1.020 kilo liter BBM jenis Pertamax, Pertalite, dan Bio Solar menuju Siantar.
Pentingnya uji tera alat ukur BBM di SPBU sebagai bagian dari upaya menjaga kepercayaan konsumen
Pemkot Semarang mengalokasikan anggaran sekitar Rp87 juta dari pengalihan beberapa kegiatan di Dinas Perikanan untuk mendukung program tersebut.
Angin kencang yang bertiup saat ini kecepatan naik dua kali lipat dibandingkan kondisi normal. Jika memaksakan diri untuk melaut bisa mengancam keselamatan mereka.
Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, menegaskan bahwa kemandirian pangan nasional tidak akan tercapai maksimal tanpa melibatkan potensi maritim secara progresif.
Nelayan setempat sudah tidak melaut sejak dua minggu terakhir akibat cuaca buruk.
Ribuan kapal dan perahu nelayan di sejumlah daerah di Pantura Jawa Tengah masih bertahan sandar di sejumlah pelabuhan perikanan dan muara sungai akibat gelombang tinggi dan badai.
Nelayan yang ingin melaut diimbau untuk waspada dan selalu mencari informasi terkait cuaca.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved