Headline

Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.

PDI Perjuangan Usung Komandan Brimob di Pilkada Maluku

Damar Iradat
17/12/2017 12:03
PDI Perjuangan Usung Komandan Brimob di Pilkada Maluku
(Komandan Korps Brimob Polri, Irjen Murad Ismail---ANTARA/Yudhi Mahatma)

PARTAI Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) resmi mengusung Komandan Korps Brimob Polri, Irjen Murad Ismail sebagai calon gubernur Provinsi Maluku dalam Pilkada serentak 2018. Ia akan berpasangan dengan Bupati Maluku Barat Daya Barnabas Nataniel Orno yang juga kader PDIP.

Pengusungan Murad Ismail diumumkan langsung oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri, hari ini. Ia mengaku, mengusung Murad lantaran banyak daerah yang banyak tersangkut masalah hukum.

"Karena banyak daerah tersangkut masalah hukum, terus demi bisa membantu masalah ilegal fishing, maka saya pilih dari eksternal," kata Megawati.

Dalam acara tersebut, Megawati sempat bersoloroh soal alasan PDIP mengusung Murad. Apalagi, diketahui Murad bakal segera memasuki masa pensiun dari Korps Bhayangkara.

"Karena sudah mau pensiun jadi dia cari kerjaan. Lucu orangnya. Jadi, saya tanya kenapa mau ke PDIP?" ucap Mega.

"Saya tanya kenapa mau ke PDIP? Karena saya pernah mengawal ibu dan saya tau PDIP seperti apa. Karena kan dari polisi dan TNI ini kan selalu siap. Jadi dia jawab, siap bu," lanjutnya.

Sementara itu, Barnabas ditunjuk sebagai cawagub mendampingi Murad. Barnabas dianggap sebagai salah satu kader PDIP terbaik yang bisa dicalonkan.

Selain pengumuman pasangan calon gubernur dan wakil gubernur di Pilgub Maluku, partai berlambang banteng moncong putih itu juga secara resmi mengumumkan pasangan calon yang akan diusung pada Pilgub Riau, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tenggara.

Untuk Pilgub Riau 2018, PDIP resmi mengusung calon petahanan, Arsyadjuliandi Rachman. Putri Presiden RI Pertama Soekarno itu mengatakan, Rachman merupakan salah satu gubernur berprestasi dan pernah meraih sejumlah penghargaan. Untuk wakilnya, PDIP menunjuk kadernya, Suyatno yang saat ini menjabat sebagai Bupati Rokan Ilir.

Sementara itu, pada Pilkada Sulawesi Tenggara mengusung mantan Wali Kota Kendari dua periode Asrun sebagai Cagub. Ia akan didampingi oleh mantan Bupati Wakatobi, Hugua.

Terakhir, untuk Pilgub NTT 2018, PDIP resmi mengusung Marianus Sae sebagai calon gubernur. Ia akan didampingi oleh Emilia J Nomleni sebagai calon wakil gubernur.

Dalam sambutannya, Mega mengaku tidak mudah untuk mencari sosok-sosok pemimpin potensial. Ia juga tak ingin proses Pilkada hanya menjadi ajang menang dan kalah.

"Cari orang mudah, tapi cari pemimpin susah. Buat saya, kalah menang hal biasa tapi tentunya sudah bertekad bahwa yang saya pilih itu dapat memenangkan, mendapatkan perhatian, mendapatkan suara dari rakyat yang akan memilih. Biarkan rakyat jadi terdidik untuk memilih pemimpinnya," tandas Mega. (MTVN/OL-7)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akhmad Mustain
Berita Lainnya