Headline
Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBIJAKAN satu arah yang diterapkan pemerintah untuk melancarkan arus mudik ditentang Ikatan Pengusaha Otobus Muda Indonesia (IPOMI). IPOMI menilai kebijakan satu arah itu dipandang merugikan para pelaku usaha bus.
Ketua Umum IPOMI Kurnia Lesani Adnan mengungkapkan skema itu akan memicu keterlambatan armada bus dan angkutan umum lain yang masuk dari Jawa Timur dan Jawa Tengah ke Jakarta.
Padahal, jika ingin membuat arus mudik lancar, pemerintah seharusnya memudahkan moda transportasi bus dan mendorong masyarakat menggunakan angkutan tersebut.
"Namun, sekarang kebijakan pemerintah tidak berpihak kepada kami. Padahal, tujuan utama Trans Jawa itu untuk efisiensi, mengurangi beban konsumsi bahan bakar, memudahkan konektivitas. Kalau seperti ini, hal itu tak bisa kami capai," ujar Kurnia melalui keterangan resminya, kemarin.
Sebelumnya, dalam mengantisipasi terjadinya kemacetan selama musim mudik Lebaran 2019, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri akan memberlakukan arus lalu lintas satu arah (one way) di jalan tol dari arah Jakarta menuju Brebes Barat.
Hal itu berarti, selama musim mudik, tol hanya dibuka satu arah, yakni untuk kendaraan yang datang dari arah Jakarta hingga pintu keluar Tol Brebes Barat.
Untuk kendaraan yang datang dari arah tol Semarang, akan disiapkan pintu keluar melalui exit tol Brebes Barat untuk kemudian melintas melalui jalur pantura ke Jakarta.
Penerapan lalu lintas satu arah akan dimulai dari Kilometer (Km) 29 Gerbang Tol Cikarang Utama hingga Km 262 Brebes Barat dan berjalan 24 jam penuh sejak 30 Mei sampai 2 Juni mendatang.
Kasat Lantas Polres Brebes, Ajun Komisaris M Adimas Purwonegoro Sugeng Eko, menjelaskan kebijakan satu arah akan mengurai penumpukan kendaraan pemudik akibat penyempitan jalur sebelum Brebes Barat.
Dia melanjutkan dengan rencana pemberlakuan sistem satu arah dari Jakarta menuju Brebes Barat, akan berdampak pada kendaraan yang datang dari arah Purwokerto karena tidak bisa memasuki Tol Pejagan menuju arah barat (Jakarta). (Pra/JI/E-3)
Setelah perjalanan mudik jarak jauh di atas 500 km, terutama jika kendaraan kita yang umumnya sempat membawa beban berlebih, pemeriksaan dasar menjadi sangat penting.
Bagi pemilik mobil hybrid seperti HEV dan PHEV, pemeriksaan dasar pada ban, rem, dan kaki-kaki tetap menjadi kewajiban. Namun, sistem kelistrikan dan baterai memerlukan atensi tambahan.
Dalam satu hari tersebut, jumlah transaksi pengisian daya mencapai 18.088 kali dengan total konsumsi energi sebesar 427.980 kWh.
Sebagai salah satu pilar penting dalam akuisisi pengetahuan, kegiatan membaca perlu dipromosikan kepada segenap masyarakat dalam pelbagai kesempatan.
KETIKA jalan-jalan sepanjang koridor yang menghubungkan kota-desa makin ramai, bahkan macet, sementara kota-kota besar mulai ditinggal penduduknya, maka itulah momen mudik Lebaran.
BANDARA Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali tercatat melayani hingga 595 ribu pergerakan penumpang selama 10 hari berjalannya Posko Angkutan Lebaran 2026/1447 H.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved