Headline

Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.

Sampah Menumpuk di Rusunawa Angke Tambora, Warga Keluhkan Bau Menyengat

Vania Liu Trixie
04/4/2026 21:30
Sampah Menumpuk di Rusunawa Angke Tambora, Warga Keluhkan Bau Menyengat
Sampah Menumpuk di Rusunawa Angke Tambora, Warga Keluhkan Bau Menyengat(Metrotv/Vania)

MASALAH kebersihan menggangu warga Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Angke, Tambora, Jakarta Barat. Penumpukan sampah yang tak kunjung teratasi di kawasan tersebut mulai dikeluhkan lantaran menimbulkan bau tidak sedap dan dinilai sangat mengganggu kenyamanan lingkungan.

Hadi, salah satu penghuni Rusunawa Angke, mengungkapkan bahwa tumpukan sampah tersebut sebenarnya sudah terjadi sejak sebelum momen Lebaran 2026. Alih-alih teratasi, volume sampah justru kian menggunung seiring berjalannya waktu. Kondisi ini semakin mengkhawatirkan bagi kesehatan warga sekitar.

“Baunya sangat mengganggu, apalagi kalau siang hari dan saat hujan,” ujar Hadi di Jakarta Barat, Sabtu (4/4).

Hadi menambahkan, warga sudah sempat melayangkan protes atas kondisi tersebut. Ia juga menaruh kecurigaan bahwa tumpukan sampah yang ada bukan hanya berasal dari aktivitas domestik penghuni rusun, melainkan juga ada oknum dari luar kawasan yang sengaja membuang sampah ke sana.

Keluhan serupa diutarakan oleh Ida, yang juga tinggal di rusunawa tersebut. Ia merasa aktivitas sehari-harinya menjadi tidak nyaman akibat aroma menyengat yang tertiup angin ke pemukiman. Selama ini, warga terpaksa harus bertahan dan beradaptasi dengan lingkungan yang kurang higienis tersebut.

Menurut Ida, meski protes sudah disampaikan kepada pihak-pihak terkait, penanganan yang dilakukan sejauh ini dirasa belum menjadi solusi permanen. Penumpukan sampah tetap terjadi meski sudah ada upaya pembersihan secara berkala.

“Walaupun sudah diangkut oleh petugas LH, sampahnya masih tetap numpuk,” pungkas Ida.

Hingga saat ini, warga Rusunawa Angke masih menanti langkah tegas dan solusi konkret dari pihak pengelola maupun dinas terkait agar masalah sampah kiriman dan penumpukan ini tidak terus berulang dan menjadi sumber penyakit.

(P-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya