Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PENEMUAN mayat tinggal tulang belulang di Muruyung, Limo, Depok mengejutkan publik. Korban wanita itu berinisial DH, 56 yang diduga dibunuh oleh suami sirinya berinisial AR,44. Jasad DH ditemukan anak korban dan pacarnya pada Sabtu (7/3), sekitar pukul 09.00 WIB. Saat itu kedatangan anaknya untuk bersih-bersih di rumah korban. Polisi langsung bergerak menangkap tersangka. Ia ditangkap pada Minggu (8/3), pukul 15.30 WIB, di wilayah Jatimulya, Tambun, Jawa Barat. Pelaku menyamarkan bau dengan menggunakan bubuk kopi yang tersebar di sekitar jenazah.
Secara ilmiah, bubuk kopi memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap aroma. Kopi mengandung senyawa nitrogen yang sangat efektif untuk menetralisir bau gas sulfur atau amonia yang dihasilkan oleh proses dekomposisi tubuh manusia. Dalam dunia forensik, penggunaan kopi sering dianggap sebagai upaya untuk menyamarkan bau bangkai agar tidak terdeteksi oleh lingkungan sekitar dalam waktu yang lama.
Tidak sepenuhnya. Kopi hanya mampu menyamarkan bau untuk durasi tertentu dan dalam radius terbatas. Jika proses dekomposisi sudah mencapai tahap lanjut, bau gas akan tetap menembus aroma kopi, terutama jika sirkulasi udara buruk.
Tim Inafis dan forensik akan meneliti apakah kopi tersebut diletakkan oleh korban sebelum meninggal (sebagai bagian dari kebiasaan) atau diletakkan oleh orang lain setelah kematian terjadi untuk menyembunyikan jejak.
Misteri bubuk kopi di balik jasad tinggal tulang di Depok kini terungkap sebagai metode praktis namun tragis untuk menyamarkan aroma kematian. (H-4)
POLDA Metro Jaya mengungkapkan bahwa persoalan ekonomi memicu pembunuhan di balik penemuan mayat wanita tinggal tulang di Depok, Jawa Barat, Sabtu (7/3).
Terungkap fakta wanita tewas tinggal tulang di Meruyung, Depok. Dibunuh suami siri sejak Oktober 2025, jasad ditaburi kopi untuk samarkan bau
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved