Headline

Buka puasa bersama bukan sekadar rutinitas seremonial.

Jakpro Perkuat Pembangunan Jakarta Berbasis Kebutuhan Warga, Dorong Status Kota Global Berkelanjutan

Putri Anisa Yuliani
20/2/2026 17:33
Jakpro Perkuat Pembangunan Jakarta Berbasis Kebutuhan Warga, Dorong Status Kota Global Berkelanjutan
Pembangunan LRT Jakarta(Dok Jakpro)

MEMASUKI satu tahun kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Wakil Gubernur Rano Karno, arah pembangunan ibu kota dinilai semakin menekankan pendekatan dari bawah (bottom-up) yang berfokus pada kebutuhan masyarakat, partisipasi publik, serta keberlanjutan lingkungan.

Pemprov DKI Jakarta tidak hanya menargetkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga peningkatan kualitas hidup warga, pemerataan manfaat pembangunan, serta penguatan daya saing global. Dalam strategi tersebut, badan usaha milik daerah (BUMD) didorong menjadi mitra utama pembangunan, termasuk PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Sebagai BUMD strategis, Jakpro menerjemahkan kebijakan pembangunan ke dalam berbagai proyek infrastruktur, pengelolaan aset, dan investasi yang memiliki dampak ekonomi, sosial, serta lingkungan yang terukur.

Selama tahun pertama pemerintahan, pembangunan dipahami bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan upaya menghadirkan manfaat langsung bagi masyarakat. Pendekatan berbasis kebutuhan warga diterapkan dalam pengelolaan sejumlah aset strategis kota, seperti Jakarta International Stadium, Taman Ismail Marzuki, Jakarta International Velodrome, serta layanan transportasi publik LRT Jakarta.

Aset-aset tersebut dioptimalkan bukan hanya sebagai infrastruktur, tetapi juga ruang interaksi sosial yang melibatkan UMKM dan tenaga kerja lokal, meningkatkan konektivitas kawasan ramah publik, serta mendukung target dekarbonisasi kota. Langkah ini ditujukan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Direktur Utama Jakpro, Iwan Takwin, menegaskan pentingnya dampak nyata dari setiap proyek yang dijalankan.

“Kami tidak berhenti pada pembangunan fisik. Aset strategi kota harus hidup, produktif, dan memberi nilai tambah bagi warga,” tegasnya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/2).

Ia menambahkan, Jakpro tidak hanya fokus pada penyelesaian proyek, tetapi juga memastikan tata kelola yang kuat serta prinsip keberlanjutan terintegrasi dalam setiap tahap pembangunan dan pengelolaan.

Dalam satu tahun terakhir, Jakpro menjalankan berbagai mandat strategis untuk mendukung pembangunan kota yang inklusif. Jakarta International Stadium, misalnya, terus diperkuat sebagai pusat kegiatan multifungsi, tidak hanya untuk olahraga internasional tetapi juga aktivitas sosial masyarakat.

Pada 25 Januari 2025, Gubernur DKI Jakarta melakukan peletakan batu pertama pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) yang menghubungkan kawasan stadion dengan Ancol. Infrastruktur tersebut diharapkan meningkatkan konektivitas pejalan kaki sekaligus memperkuat integrasi kawasan.

Di sektor kebudayaan, Jakpro mendorong pengembangan Taman Ismail Marzuki sebagai destinasi wisata edukatif yang inklusif. Salah satu langkah penting adalah pengaktifan kembali Teater Bintang Planetarium pada 24 Desember 2025, yang mendapat respons positif dari masyarakat.

Selama libur akhir tahun, kawasan ini mencatat rata-rata kunjungan sekitar 67.000 orang, memperkuat posisi Jakarta sebagai pusat kebudayaan di kawasan Asia.

Sementara itu, Jakarta International Velodrome kini bertransformasi menjadi venue serbaguna yang mampu menyelenggarakan berbagai acara kelas dunia, termasuk kompetisi olahraga dan konser musik internasional. Transformasi ini menunjukkan optimalisasi aset olahraga sebagai penggerak aktivitas sosial dan ekonomi tanpa menghilangkan fungsi utamanya.

Di sektor transportasi publik, pembangunan LRT Jakarta Fase 1B rute Velodrome-Rawamangun dilaporkan hampir mencapai 90% dengan deviasi progres positif. Jakpro juga mengembangkan Stasiun Manggarai LRT sebagai pusat integrasi antarmoda yang terhubung dengan KRL Commuter Line, KA Bandara, dan TransJakarta.

Integrasi ini diharapkan meningkatkan kemudahan mobilitas, membuka peluang ekonomi baru, serta memperkuat nilai kawasan tanpa mengubah karakter sosial masyarakat setempat.

Sebagai BUMD, Jakpro turut mendukung target Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mencapai Net Zero Emission pada 2050 melalui inisiatif JakGreen. Program ini menjadi kerangka kerja perusahaan dalam mengintegrasikan prinsip keberlanjutan lingkungan pada pembangunan infrastruktur dan pengelolaan aset.

Sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang transformasi Jakarta sebagai kota global, proyek-proyek hijau dinilai penting untuk menghadapi perubahan iklim sekaligus menjaga kualitas hidup warga.

Melalui berbagai program tersebut, Jakpro berkontribusi mendorong Jakarta menjadi kota global yang maju, kompetitif, dan berkelanjutan dengan meningkatkan kualitas lingkungan, konektivitas wilayah, daya tarik wisata dan budaya, serta pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Upaya ini sekaligus menegaskan komitmen Jakpro dalam membangun Jakarta dari bawah, bersama warga, demi masa depan kota yang lebih berkelanjutan. (E-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Putri yuliani
Berita Lainnya