Headline

YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.

Warga Diminta Jauhi Sungai Jaletreng yang Memutih Akibat Kebakaran Pabrik Pestisida

Rahmatul Fajri
10/2/2026 20:47
Warga Diminta Jauhi Sungai Jaletreng yang Memutih Akibat Kebakaran Pabrik Pestisida
Ilustrasi(Dok Istimewa)

DINAS Lingkungan Hidup (DLH) Tangerang Selatan bergerak cepat menangani dugaan pencemaran berat di aliran Sungai Jaletreng. Aliran sungai tersebut dilaporkan berubah warna menjadi putih pekat pascakebakaran hebat yang melanda sebuah pabrik pestisida di kawasan tersebut.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Tangsel, TB Asep Nurdin, menyatakan bahwa tim teknis dari Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengawasan Lingkungan telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan mitigasi dampak lingkungan.

"Tim DLH Tangsel sudah turun langsung untuk meninjau lokasi dan mengambil sampel air guna dilakukan uji laboratorium secara mendalam. Langkah ini krusial untuk memastikan kandungan zat kimia apa saja yang masuk ke aliran sungai," ujar Asep dalam keterangannya, Selasa (10/2/2026).

Selain pengambilan sampel, tim di lapangan juga tengah memetakan persebaran polutan di sepanjang aliran sungai. Mengingat material yang terbakar adalah bahan kimia pestisida, pemerintah mengeluarkan peringatan keras bagi warga yang tinggal di bantaran sungai.

Asep mengimbau warga untuk sementara waktu tidak bersentuhan dengan air sungai guna menghindari risiko kesehatan yang serius.

"Kami meminta masyarakat di sepanjang aliran Sungai Jaletreng agar tidak melakukan aktivitas di sungai, baik itu mencuci, memancing, atau kegiatan lainnya, hingga ada pernyataan resmi mengenai status keamanan air," tegasnya.

Pemkot Tangsel menjamin akan bersikap transparan terkait hasil uji laboratorium tersebut. Asep berjanji hasil analisis ilmiah akan segera diumumkan kepada publik sebagai bentuk akuntabilitas pemerintah daerah.

"Hasil dari uji laboratorium akan segera kami informasikan secara terbuka. Kami berkomitmen terus memantau kondisi ini sampai aliran sungai benar-benar kembali normal dan aman bagi lingkungan," pungkas Asep. (H-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya