Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
KONDISI banjir yang melanda sebagian wilayah DKI Jakarta mulai menunjukkan tren penurunan pada Sabtu (24/1) pagi.
Meski sejumlah titik telah surut sejak Jumat malam, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mencatat sebanyak 90 Rukun Tetangga (RT) dan 9 ruas jalan masih terendam air.
Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengonfirmasi bahwa sebaran banjir saat ini telah berkurang dibandingkan hari sebelumnya.
"Sabtu pagi masih ada 90 RT yang masih terendam banjir," kata Yohan dalam keterangannya di Jakarta.
Sebagai perbandingan, pada puncak curah hujan di hari Jumat (23/1), banjir sempat menggenangi hingga 143 RT. Angka tersebut merupakan titik tertinggi luapan air yang tercatat sejak hujan mengguyur ibu kota pada Kamis (22/1) lalu.
Wilayah Jakarta Timur menjadi salah satu area yang terdampak paling parah. Di Kelurahan Cawang, ketinggian air dilaporkan masih mencapai angka 2,5 meter.
Menurut Yohan, kondisi ini dipicu oleh intensitas debit air yang tinggi dari hulu.
"Ketinggian banjir di Kelurahan Cawang, Jakarta Selatan, saat ini mencapai 2,5 meter. Hal ini disebabkan meluapnya Sungai Ciliwung," jelasnya.
Secara administratif, Jakarta Barat menjadi wilayah dengan jumlah titik terdampak terbanyak, yakni 51 RT. Beberapa wilayah seperti Kelurahan Duri Kosambi dan Rawa Buaya mencatatkan ketinggian air hingga 120 cm. Sementara itu, di Jakarta Timur terdapat 25 RT yang tergenang, disusul Jakarta Selatan dan Jakarta Utara yang masing-masing mencatatkan 7 RT terdampak.
Selain pemukiman, akses transportasi juga masih terhambat di 9 ruas jalan yang seluruhnya berada di wilayah Jakarta Barat. Ruas jalan seperti Jalan Daan Mogot KM 13, Jalan Strategi Raya, hingga akses di depan RS Soeharto Heerdjan masih tergenang dengan ketinggian bervariasi antara 10 hingga 30 cm.
Guna mempercepat proses pemulihan, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan personel untuk memonitoring seluruh titik genangan. Koordinasi lintas sektoral pun diperkuat dengan melibatkan Dinas SDA, Dinas Bina Marga, serta Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).
Fokus utama petugas saat ini adalah melakukan penyedotan air di lokasi-lokasi strategis menggunakan pompa mobile dan memastikan tali-tali air tidak tersumbat sampah agar aliran menuju drainase berfungsi maksimal. Meski banjir di sejumlah lokasi telah menunjukkan tanda-tanda surut, warga diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi kiriman air susulan.
Jakarta Barat terdapat 51 RT, yang terdiri dari:
Jakarta Timur terdapat 25 RT, yang terdiri dari:
Jakarta Utara terdapat 7 RT, yang terdiri dari:
Jalan tergenang terdapat 9 ruas jalan, data wilayah terdampak sebagai berikut:
BMKG memprakirakan cuaca Jakarta Senin (2/2/2026) didominasi hujan sedang hingga lebat. Status Waspada meluas ke seluruh wilayah Jabodetabek.
BMKG merilis peringatan dini cuaca ekstrem 1-2 Februari 2026. Waspada hujan lebat dan angin kencang di Jabodetabek, Jawa, hingga Nusa Tenggara.
Update banjir Jakarta Utara hari ini, Sabtu 31 Januari 2026. Kelurahan Marunda dan Kapuk Muara terendam akibat luapan kali dan curah hujan tinggi.
Banjir Jakarta mulai menunjukkan tren surut. BPBD DKI Jakarta mencatat hingga Sabtu pagi masih ada 30 rukun tetangga (RT) di Jakarta Timur, Jakarta Selatan, dan Jakarta Utara yang tergenang.
Update banjir Jakarta pagi ini, Sabtu 31 Januari 2026. BPBD DKI catat 29 RT terendam, Cawang dan Kampung Melayu terparah akibat luapan Ciliwung.
Rencananya, pengerukan dilakukan sepanjang kurang lebih 1.100 meter dengan kedalaman antara 1,5 hingga 2 meter dan lebar sekitar lima meter.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved