Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PELAKSANA Tugas (Plt) Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menegaskan, banjir yang terjadi hampir setiap tahun di wilayah Tambun Utara membutuhkan solusi struktural jangka panjang. Salah satunya melalui normalisasi Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL).
Plt Bupati menyampaikan, banjir yang melanda Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, sejak Minggu (18/1) dini hari, bukanlah kejadian baru, melainkan banjir langganan yang dipicu belum optimalnya fungsi Kali CBL sebagai saluran utama.
Menurut dia, selama normalisasi Kali CBL belum dilakukan secara menyeluruh, maka risiko banjir akan terus berulang.
"Sepanjang Kali CBL tidak dinormalisasi, ya akan begini terus. Ini bukan hanya di Srimukti, tapi juga di Wanasari dan wilayah lain yang hulunya dari CBL," ujar Asep Surya seusai mendampingi Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang meninjau masyarakat terdampak banjir di Desa Srimukti pada Senin (19/1).
Plt Bupati juga menyampaikan bahwa Wapres telah menerima langsung usulan normalisasi Kali CBL sebagai kebutuhan mendesak masyarakat Bekasi. Saat ini, Pemkab Bekasi tengah mengidentifikasi ruas sungai mana saja yang harus dinormalisasi serta panjang segmen yang menjadi prioritas penanganan.
Selain normalisasi, Asep Surya juga menyebut rencana pembuatan sodetan sebagai alternatif solusi teknis untuk mengurai antrean aliran air dari sungai-sungai kecil yang bermuara ke Kali CBL yang berkapasitas besar.
"Karena Kali CBL besar, sementara sungai kecil akhirnya ‘ngantri’. Salah satu opsi ke depan adalah sodetan. Tapi ini akan kita kaji dulu secara teknis bersama dinas terkait," jelas Plt Bupati dikutip dari laman Pemkab Bekasi, Selasa (20/1).
Ia pun berjanji segera menggelar pertemuan lanjutan dengan sejumlah dinas teknis dan camat setempat untuk memetakan kendala di lapangan, termasuk permasalahan lahan, anggaran, dan perencanaan.
Selain persoalan CBL, Asep Surya juga menyinggung kelanjutan proyek pemancangan sheet pile (turap) di Kali Gabus. Meski perencanaan masih tersedia, saat ini proyek tersebut terkendala anggaran.
"Satu sisi sudah terpancang, sisi lainnya harus dilanjutkan. Perencanaannya masih ada, tapi memang anggarannya belum tersedia. Ini akan kita perjuangkan untuk dilanjutkan," katanya.
Di sisi lain, Pemkab Bekasi juga memastikan penanganan darurat bagi warga terdampak. Pemerintah daerah bersama unsur kepolisian telah menyalurkan bantuan berupa air bersih, mi instan, beras, selimut, serta menyiapkan makanan siap saji. Perahu juga disiagakan mengingat ketinggian air di beberapa titik masih cukup dalam.
Berdasarkan data sementara, di Desa Srimukti terdapat sekitar 200 warga terdampak, sementara secara keseluruhan banjir di Kabupaten Bekasi telah melanda 16 kecamatan dengan total 54 titik genangan.
"Bantuan darurat tetap kita berikan, tapi yang paling penting adalah solusi permanen. Itu yang sedang dan akan terus kita dorong," pungkasnya. (H-2)
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved