Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mulai membongkar tiang-tiang monorel mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1).
Pembongkaran ini dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan dihadiri Wakil Gubernur Rano Karno serta mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso atau Bang Yos.
Pramono menyebut terdapat 109 tiang monorel yang telah mangkrak selama sekitar 21–22 tahun dan kini ditata ulang sebagai bagian dari penataan kawasan Rasuna Said.
Ia kembali meluruskan informasi yang beredar mengenai anggaran pembongkaran.
Menurut Pramono, biaya pemotongan fisik tiang monorel hanya sekitar Rp254 juta, sedangkan anggaran Rp102 miliar digunakan untuk penataan kawasan secara menyeluruh.
“Sebanyak Rp100 miliar itu bukan untuk motongnya. Motongnya hanya Rp254 juta. Yang Rp102 miliar itu untuk penataan jalan, saluran air, trotoar, taman, penerangan, dan estetika kota,” ujar Pramono setelah prosesi pemotongan monorel pertama, di samping LRT Setiabudi.
Pramono menjelaskan penataan ini juga dilakukan dengan koordinasi bersama KPK agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.
Target penyelesaian proyek ditetapkan pada September mendatang dengan waktu pengerjaan sekitar delapan bulan.
Sementara itu, Bang Yos yang juga hadir dalam proses pemotongan tiang pertama itu, mengaku lega karena proyek monorel yang sempat ia canangkan pada 2004 ini akhirnya mendapat kepastian.
Ia mengingatkan bahwa monorel awalnya dirancang sebagai bagian dari sistem transportasi terintegrasi Jakarta bersama MRT, busway, dan waterway.
Namun, setelah proyek tersebut mangkrak bertahun-tahun, menurutnya kondisi tiang monorel justru merusak estetika kota dan menjadi simbol ketidakpastian kebijakan.
“Selama puluhan tahun ini mangkrak dan jadi besi tua. Harus ada keputusan yang jelas, lanjutkan atau bongkar. Dan keputusan ini adalah yang paling tepat,” kata Sutiyoso. (Z-1)
TIANG-tiang beton maupun besi bekas proyek Monorel Jakarta yang mangkrak masih berdiri sejak 21 Tahun silam. Tiang monorel tersebut berdiri kaki di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
Pemprov DKI mengalokasikan Rp102 miliar untuk penataan lanjutan kawasan Jalan Rasuna Said, mencakup jalan, trotoar, saluran, PJU, dan fasilitas pendukung.
Pemprov DKI sebelumnya telah mengirimkan surat langsung kepada PT Adhi Karya agar melakukan pembongkaran secara mandiri sejak November lalu.
Pemprov DKI Jakarta menerima surat resmi dari Kejaksaan Tinggi. Dengan dasar tersebut, pihaknya melakukan pembongkaran tiang monorel mangkrak.
Pengerjaan malam hari dilakukan agar tidak mengganggu lalu lintas dan tidak ada penutupan jalan selama pembongkaran tiang monorel dan penataan kawasan di jalur utama tersebut.
Pemprov DKI sebelumnya telah mengirimkan surat langsung kepada PT Adhi Karya agar melakukan pembongkaran secara mandiri sejak November lalu.
Pemprov DKI Jakarta menerima surat resmi dari Kejaksaan Tinggi. Dengan dasar tersebut, pihaknya melakukan pembongkaran tiang monorel mangkrak.
Pengerjaan malam hari dilakukan agar tidak mengganggu lalu lintas dan tidak ada penutupan jalan selama pembongkaran tiang monorel dan penataan kawasan di jalur utama tersebut.
Dalam pengaturan lalu lintas tersebut, jalur lambat di sisi timur Jalan HR Rasuna Said ditutup sementara, dimulai dari ujung utara hingga bukaan pertama jalur cepat yang menuju jalur lambat.
Gubernur Pramono Anung undang Bang Yos pantau pembongkaran 109 tiang monorel Jakarta pada 14 Januari 2026. Simak rincian anggaran Rp100 Miliar di sini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved