Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Tiang Monorel Mangkrak 20 Tahun di Rasuna Said Mulai Dibongkar Hari Ini, Ditargetkan Tuntas September

Abi Rama
14/1/2026 10:46
Tiang Monorel Mangkrak 20 Tahun di Rasuna Said Mulai Dibongkar Hari Ini, Ditargetkan Tuntas September
Gubernur Pramono Anung bersama dengan Mantan Gubernur, Bang Yos, saat setelah melakukan prosesi pemotongan besi monorail pertama, di dekat kawasan LRT Setiabudi, Rabu (14/1).(MI/Abi Rama)

PEMERINTAH Provinsi DKI Jakarta mulai membongkar tiang-tiang monorel mangkrak di sepanjang Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, Rabu (14/1). 

Pembongkaran ini dipimpin oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan dihadiri Wakil Gubernur Rano Karno serta mantan Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso atau Bang Yos.

Pramono menyebut terdapat 109 tiang monorel yang telah mangkrak selama sekitar 21–22 tahun dan kini ditata ulang sebagai bagian dari penataan kawasan Rasuna Said.

Ia kembali meluruskan informasi yang beredar mengenai anggaran pembongkaran. 

Menurut Pramono, biaya pemotongan fisik tiang monorel hanya sekitar Rp254 juta, sedangkan anggaran Rp102 miliar digunakan untuk penataan kawasan secara menyeluruh.

“Sebanyak Rp100 miliar itu bukan untuk motongnya. Motongnya hanya Rp254 juta. Yang Rp102 miliar itu untuk penataan jalan, saluran air, trotoar, taman, penerangan, dan estetika kota,” ujar Pramono setelah prosesi pemotongan monorel pertama, di samping LRT Setiabudi. 

Pramono menjelaskan penataan ini juga dilakukan dengan koordinasi bersama KPK agar tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari. 

Target penyelesaian proyek ditetapkan pada September mendatang dengan waktu pengerjaan sekitar delapan bulan.

Sementara itu, Bang Yos yang juga hadir dalam proses pemotongan tiang pertama itu, mengaku lega karena proyek monorel yang sempat ia canangkan pada 2004 ini akhirnya mendapat kepastian. 

Ia mengingatkan bahwa monorel awalnya dirancang sebagai bagian dari sistem transportasi terintegrasi Jakarta bersama MRT, busway, dan waterway.

Namun, setelah proyek tersebut mangkrak bertahun-tahun, menurutnya kondisi tiang monorel justru merusak estetika kota dan menjadi simbol ketidakpastian kebijakan.

“Selama puluhan tahun ini mangkrak dan jadi besi tua. Harus ada keputusan yang jelas, lanjutkan atau bongkar. Dan keputusan ini adalah yang paling tepat,” kata Sutiyoso. (Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya