Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
TUMPUKAN sampah masih terlihat berserakan di kawasan Pasar Ciputat, Jalan Aria Putra, Tangerang Selatan (Tangsel). Kondisi tersebut menimbulkan bau tak sedap yang menyergap pengguna jalan maupun pengunjung pasar.
Sampah tampak menumpuk di tepi jalan, sebagian ditutup terpal berwarna biru, namun sebagian lainnya dibiarkan terbuka. Situasi ini memicu keluhan dari para pedagang, terutama pedagang makanan, yang mengaku mengalami penurunan jumlah pembeli.
“ Saya berharap pihak Pemkot Tangsel dapat segera mengatasi masalah sampah ini.Selain bau enggak sedap pembeli juga menurun akibat bau sampah ini,” ungkap Dadang, pedagang bubur ayam yang setiap pagi berjualan di depan Pasar Ciputat.
Keluhan serupa disampaikan Yusuf, pedagang bubur kacang hijau, yang menyebut omzet penjualannya ikut menurun akibat kondisi lingkungan pasar yang tidak nyaman. Sementara itu, pedagang sembako bernama Akmal mengaku terganggu dengan banyaknya lalat yang hinggap di kiosnya.
“ Saya lihat sudah ada yang diangkut tumpukan sampah di pasar Ciputat tetapi masih banyak yang belum terangkut.Jadi bau sampah dan lalat lalatnya beterbangan di kios warung kami,” ungkapnya.
Di bagian lain, persoalan sampah di Tangerang Selatan juga menjadi sorotan di media sosial. Sebuah video yang viral di platform TikTok memperlihatkan sejumlah warga mendatangi Kantor Wali Kota Tangerang Selatan dan membuang sampah di halaman kantor Pemkot Tangsel.
“ Keterlaluan jika ini dilakukan warga pihak Pemkot Tangselnya masih belum perhatian juga,” ungkap seorang warga dalam unggahan di media sosial tersebut.
Sementara itu, seorang warga yang enggan disebutkan namanya mengusulkan agar masyarakat terdampak sampah menempuh jalur hukum melalui gugatan class action.
“ Jadi sebaiknya warga bersatu melakukan langkah konstitusional melalui class action menuntut pertanggungjawaban pihak Pemkot Tangsel dan yang terkait soal kisruh sampah di Tangsel ini,” pungkasnya.
(Bay/P-4)
Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengungkapkan bahwa pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) milik PT Aspex Kumbong di Cileungsi dilakukan dengan kuota 200 ton per hari.
Darurat sampah Tengerang dan Tangsel disebut pengamat sebagai bukti dari kegagalan tata kota dan pengelolaan sampah dalam jangka panjang.
Tim Satuan Tugas (Satgas) akan dikerahkan secara intensif untuk melakukan pengangkutan sampah yang masih menumpuk di berbagai wilayah pemukiman maupun protokol.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Serang resmi melanjutkan kerja sama pengelolaan sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke TPSA Cilowong.
Memasuki tahun baru 2026, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyampaikan terima kasih yang tulus kepada seluruh masyarakat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved