Headline

Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.

Pemprov DKI Putuskan tidak Gelar Pesta Kembang Api, Ini Alasannya

Mohamad Farhan Zhuhri
22/12/2025 16:48
Pemprov DKI Putuskan tidak Gelar Pesta Kembang Api, Ini Alasannya
Ilustrasi(Antara)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan Pemprov DKI tak menggelar pesta kembang api dalam merayakan malam Tahun Baru 2026 di Jakarta. Bahkan, Pramono memutuskan untuk memangkas jumlah titik perayaan malam tahun baru.

Semula, Pemprov DKI menyiapkan 14 titik hiburan dan panggung saat malam pergantian tahun. Kini, lokasinya hanya diputuskan di 8 titik.

Hal ini diputuskan Pramono sebagai bentuk empati pemerintah dan warga Jakarta kepada korban bencana banjir dan longsor di Aceh, Sumatra Utara dan Sumatra Barat. 

"Dari segi titik lokasi yang sebelumnya dipersiapkan sebanyak 14 titik, akhirnya diputuskan menjadi 8 titik. Dari titik-titik utama yang selama ini menjadi tradisi yang ada di Jakarta, ada beberapa yang dikurangi, di antaranya adalah Monas," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (22/12).

Kedelapan titik tersebut yakni Bundaran HI, Taman Lapangan Banteng, kawasan Kota Tua, dan kantor-kantor wali kota Jakarta Utara, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, dan Jakarta Selatan.

"Di Bundaran HI akan dihadiri oleh Gubernur DKI Jakarta, Wakil Gubernur, dan Sekretaris Daerah," ucap Pramono.

Nantinya, Pemprov DKI akan mengadakan sesi khusus berupa doa bersama masyarakat untuk warga terdampak bencana. 

Doa bersama ini digelar kedelapan titik perayaan malam Tahun Baru yang diselenggarakan Pemprov DKI.

Selain itu, acara perayaan tahun baru tetap diisi oleh penampilan musik dari sejumlah musisi. Salah satunya adalah d'Masiv. 

Pramono meminta band asal Jakarta ini untuk membawakan lagu khusus untuk dipersembahkan kepada korban bencana saat hitung mundur atau count down Tahun Baru 2026.

"Kami sudah berpesan yang paling utama adalah pas pergantian itu di Bundaran HI kami minta untuk D’Masiv. Judul lagunya 'Jangan Menyerah'. Karena untuk mesen lagu seperti ini kan ga gampang, maka itulah yang kami pilih untuk pergantian tahun," urai Pramono.

Sementara itu, Pemprov DKI tetap menampilkan video mapping di tugu Monas, namun tak menyelenggarakan kegiatan hiburan dan perkumpulan warga. 

Pramono mengaku, Jakarta tetap perlu menyelenggarakan penyambutan tahun baru di tengah bencana yang melanda Indonesia. Menurut dia, posisi Jakarta sebagai ibu kota dan kota global membuat setiap langkahnya menjadi sorotan. Namun, perayaan malam Tahun Baru 2026 di Jakarta dipastikan digelar dengan lebih sederhana dibanding tahun-tahun sebelumnya. (Far/I-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Irvan Sihombing
Berita Lainnya