Headline

Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.

Tak Ada Pesta Kembang Api di Jakarta saat Malam Tahun Baru 2026

Andhika Prasetyo
22/12/2025 13:52
Tak Ada Pesta Kembang Api di Jakarta saat Malam Tahun Baru 2026
Ilustrasi(MI)

Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyampaikan bahwa perayaan malam pergantian tahun 2025 menuju 2026 di Ibu Kota akan digelar secara sederhana dan tanpa pesta kembang api. Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan arahan Gubernur DKI Jakarta agar perayaan tahun baru tidak menimbulkan kesan berlebihan.

“Tahun baru tetap berlangsung, tetapi skalanya sederhana dan tidak ada kembang api,” ujar Rano di Jakarta, Senin.

Menurutnya, Jakarta tidak mungkin menghindari momentum pergantian tahun, namun perayaannya akan disesuaikan dengan kondisi dan situasi yang ada.

Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga memperhatikan potensi cuaca ekstrem pada akhir tahun termasuk saat malam tahun baru. Berdasarkan prakiraan BMKG, wilayah Jakarta dan sekitarnya pada Dasarian II dan III Desember 2025 diperkirakan mengalami curah hujan berkisar 50-150 milimeter. Sementara itu, puncak curah hujan diprediksi terjadi pada Dasarian I Januari 2026, dengan intensitas hujan di sebagian wilayah Jakarta mencapai 150-200 milimeter.

Wilayah Bogor Selatan sebagai daerah hulu bahkan diperkirakan menerima curah hujan lebih tinggi, yakni 200-300 milimeter dalam sepuluh hari pertama Januari 2026. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko banjir kiriman ke wilayah hilir, termasuk Jakarta.

Menghadapi potensi tersebut, Rano menekankan pentingnya penguatan sistem peringatan dini (early warning system) untuk mengantisipasi berbagai risiko bencana, mulai dari banjir akibat hujan lokal, banjir kiriman, hingga banjir rob di kawasan pesisir utara Jakarta.

Ia juga menyampaikan bahwa langkah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) disiapkan sebagai bagian dari mitigasi, tidak hanya di wilayah Jakarta, tetapi juga melalui koordinasi dengan daerah penyangga di sekitarnya.

Dari sisi infrastruktur, Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta melaporkan telah menyiagakan 612 unit pompa stasioner di berbagai rumah pompa serta 590 unit pompa bergerak yang siap dikerahkan ke titik-titik rawan genangan. Selain itu, normalisasi saluran air, pengerukan sedimen sungai, serta pemeliharaan pintu air terus dilakukan secara rutin.

Untuk mengantisipasi banjir rob, sejumlah tanggul mitigasi di wilayah pesisir utara Jakarta juga telah diperkuat, disertai peningkatan koordinasi pengoperasian sistem polder dan pintu air saat periode pasang maksimum.

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa pesta pergantian tahun tetap akan dilaksanakan di Jakarta dengan konsep sederhana. Ia menyebut atraksi drone dinilai cukup untuk memeriahkan suasana, sembari tetap memberi ruang bagi masyarakat merayakan pergantian tahun dengan caranya masing-masing.

Pramono juga mengungkapkan rencana penyediaan ruang khusus untuk doa bersama dan refleksi pada malam tahun baru 2026 terutama sebagai bentuk empati atas berbagai peristiwa bencana yang terjadi di sejumlah wilayah, termasuk Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya