Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

Polsek Kelapa Gading Petakan Titik Keramaian dan Perketat Pengamanan Jelang Natal

Basuki Eka Purnama
18/12/2025 09:20
Polsek Kelapa Gading Petakan Titik Keramaian dan Perketat Pengamanan Jelang Natal
Forum koordinasi pimpinan kecamatan (Forkopimca) Kelapa Gading menggelar Rapat Koordinasi Pengamanan Natal dan Tahun Baru bersama dengan tokoh masyarakat, tokoh agama serta perwakilan pengurus 35 gereja yang ada di Kecamatan Kelapa Gading, Rabu (17/12/2025(ANTARA/HO-Polsek Kelapa Gading)

POLSEK Kelapa Gading mulai memetakan sejumlah titik keramaian sebagai langkah antisipasi terhadap potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) menjelang perayaan Natal di wilayah Kelapa Gading, Jakarta Utara. Fokus pengamanan akan dipusatkan pada sejumlah rumah ibadah yang memiliki basis jemaat besar.

Kapolsek Kelapa Gading, Kompol Seto Handoko Putra, mengungkapkan bahwa terdapat tiga gereja besar yang diprediksi akan menjadi pusat konsentrasi massa. Ketiganya adalah Gereja Tiberias, Gereja Mawar Sharon, dan Gereja Santo Andreas Kim Tae Gon.

Secara khusus, Kompol Seto menyoroti aktivitas di Gereja Mawar Sharon yang diperkirakan akan sangat padat. Hal ini karena jemaat yang hadir tidak hanya berasal dari kawasan Kelapa Gading, tetapi juga dari berbagai wilayah lain di Jakarta.

“Untuk giat di gereja ini bisa sampai pukul 02.00 dini hari, dan kami siap melakukan pengamanan secara bersama-sama,” ujar Seto di Jakarta, Kamis (18/12).

Sebagai bagian dari prosedur standar keamanan, pihak kepolisian akan menggandeng tim Penjinak Bom (Jibom) untuk melakukan sterilisasi area sebelum rangkaian ibadah dimulai. Selain itu, kepolisian mengimbau pengelola gereja untuk meningkatkan kewaspadaan mandiri melalui bantuan teknologi.

“Kami juga meminta pihak gereja agar dapat memasang metal detektor di pintu-pintu masuk gereja sebagai upaya pencegahan dan antisipasi gangguan kamtibmas,” tutur Seto.

Selain aspek keamanan dari tindakan kriminalitas atau teror, polisi juga memetakan kerawanan logistik dan operasional di lapangan. 

Hal ini mencakup ketersediaan lahan parkir, potensi kemacetan di jalan raya sekitar lokasi, hingga manajemen kerumunan di area gereja. Seto pun menekankan pentingnya komunikasi dua arah antara petugas dan penyelenggara ibadah.

“Kami meminta pihak gereja selalu berkoordinasi untuk setiap kegiatan yang dilakukan agar petugas siap memberikan pelayanan dan keamanan,” tambahnya.

Upaya pengamanan ini mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat. Camat Kelapa Gading, Anita Permata Sari, berharap kolaborasi seluruh elemen masyarakat dapat berjalan maksimal melalui semangat empat pilar Jaga Jakarta, yakni Jaga Warga, Jaga Lingkungan, Jaga Aturan, dan Jaga Amanah.

“Yang terpenting, kolaborasi kita dalam jaga Jakarta, khususnya dalam menjaga Kelapa Gading agar menjadi aman dan tertib,” imbuh Anita.

Sebelumnya, langkah koordinasi ini telah diawali dengan Rapat Koordinasi Pengamanan Natal dan Tahun Baru yang digelar oleh Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimca) pada Rabu (17/12) malam. 

Pertemuan tersebut melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, serta perwakilan pengurus dari 35 gereja yang tersebar di wilayah Kecamatan Kelapa Gading. (Ant/Z-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya