Headline

Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.

4 Cara Cegah Anak Tantrum saat Liburan Natal

Thalatie K Yani
18/12/2025 08:12
4 Cara Cegah Anak Tantrum saat Liburan Natal
Ilustrasi(freepik)

MUSIM liburan Natal sering kali identik dengan kemeriahan. Ada antrean bertemu Santa, kerumunan lampu hias, hingga pementasan drama di sekolah. Bagi anak-anak, rangkaian acara ini bisa memicu kelelahan sensorik bahkan sebelum hari H tiba. Akibatnya, munculnya mini-meltdown atau tantrum pada anak justru menambah beban stres orangtua yang sedang sibuk berbelanja dan menyiapkan jamuan keluarga.

Komedian dan ayah tiga anak, George Lewis, mengungkapkan meski anak-anak menyukai konsep Natal, gangguan pada rutinitas bisa menjadi konflik batin bagi mereka. Pakar perilaku anak, San Mehra, menyebut fenomena ini sebagai "Christmas Overwhelm" atau kewalahan akibat Natal.

4 Tips Natal Lebih Tenang

Berikut adalah empat cara dari George dan San untuk menciptakan suasana Natal yang lebih tenang bagi buah hati Anda:

1. Pertahankan Titik Labuh Rutinitas 

Liburan memang mengacaukan jadwal, namun San menekankan pentingnya menjaga "titik labuh" seperti waktu bangun tidur, jam makan, dan jam tidur agar tetap konsisten. "Kekacauan sepanjang hari sulit dihadapi anak-anak. Jika satu bagian rutinitas berubah, itu masih bisa dikelola, tapi jika semuanya berubah, rasa kewalahan akan menumpuk dengan cepat," jelas San. Ia menyarankan penggunaan kalender visual agar anak tahu kapan kerabat akan datang atau kapan mereka akan bepergian, sehingga mereka merasa lebih aman.

2. Bangun Tradisi Versi Sendiri 

George Lewis sempat terobsesi dengan Natal "sempurna" layaknya di film. Namun, karena dua anaknya mengidap autisme, kerumunan dan ketidakteraturan justru menjadi mimpi buruk. Ia pun mengubah total strateginya. "Kami berhenti menyantap makan malam Natal di hari Natal," jelas George. Ia memilih memasak jamuan besar pada malam Natal atau Boxing Day. "Di hari Natal sendiri, kami tidak mau stres dengan proyek besar (memasak). Kami hanya bermain dengan anak-anak dan memesan kari di malam hari."

3. Validasi Perasaan Anak 

Saat tantrum melanda di tengah antrean panjang atau tempat wisata yang bising, San menyarankan orangtua untuk tenang terlebih dahulu. Setelah itu, turunlah ke level mata anak dan bantu mereka merasa dimengerti. "Jika Anda bisa menyebutkan apa yang mereka rasakan, seperti frustrasi atau bosan, intensitas (tantrum) itu akan berkurang hingga 50%," ujar San. Kalimat sederhana seperti, "Kamu sudah menunggu lama ya? Kamu pasti bosan sekarang," bisa sangat membantu meredakan ketegangan.

4. Ajarkan Cara Menghadapi Konflik 

Natal sering mempertemukan anak dengan sepupu atau teman yang jarang mereka temui, yang tak jarang memicu pertengkaran. San menyarankan orangtua tidak perlu langsung mengintervensi, namun jika eskalasi meningkat, bimbinglah mereka:

  • Pisahkan anak-anak dan tanya apakah mereka butuh bantuan atau ingin menyelesaikannya sendiri.
  • Terapkan aturan: Harus diam saat pihak lain bicara, dengarkan, dan berempati.
  • Biarkan masing-masing menjelaskan apa yang terjadi, lalu cari solusi bersama.

Dengan perencanaan yang lebih santai dan mengutamakan kenyamanan emosional anak, Natal tidak lagi menjadi momen yang melelahkan, melainkan waktu yang benar-benar berkualitas bagi seluruh keluarga. (BBC/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya