Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Pramono Ingatkan Lurah-Camat Tak Buat Konten Pencitraan Lebay

Mohamad Farhan Zhuhri
03/12/2025 15:24
Pramono Ingatkan Lurah-Camat Tak Buat Konten Pencitraan Lebay
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.(MI/ Usman Iskandar)

GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengingatkan para camat dan lurah agar tidak berlebihan dalam menampilkan konten aktivitas pemerintahan atau yang berkaitan dengan jabatannya, di media sosial (medsos). Menurutnya komunikasi pemerintah ke publik harus berlangsung jujur dan proporsional, bukan sekadar pencitraan.

 

"Apapun yang kita lakukan harus bisa juga kita komunikasikan secara baik di ruang publik. Sebaik apapun putusan-putusan yang kita buat, tetapi kalau kemudian tidak terkomunikasikan secara baik melalui media yang ada, publik juga tidak tahu," kata Pramono di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (3/12).

 

Ia menegaskan dirinya tidak anti terhadap penggunaan medsos oleh pejabat pemerintah. Namun, Pramono meminta konten yang dibuat tidak bersifat dramatis atau dilebih-lebihkan demi membangun citra tertentu.

 

"Tetapi saya juga berkeinginan bahwa yang kita komunikasikan adalah yang apa adanya. Enggak boleh terlalu berlebihan, apalagi kemudian, mohon maaf, dibuat seakan-akan menjadi konten tertentu," ujar Pramono.

 

Ia menambahkan, hal yang penting adalah transparansi dan fokus pada perbaikan kerja. "Enggak apa-apa, konten enggak apa-apa, tetapi intinya saya berkeinginan bahwa Jakarta mari kita bangun bersama-sama dengan apa adanya. Yang baik ya baik, yang kurang yang kurang kita perbaiki dan sebagainya," lanjutnya.

 

Siaga Musim Hujan

Selain soal komunikasi publik, Pramono meminta jajaran kecamatan dan kelurahan mulai memperkuat kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Prakiraan curah hujan tinggi, termasuk potensi banjir rob, disebut sebagai situasi yang perlu diantisipasi sedini mungkin.

 

Pramono meminta semua perangkat wilayah aktif mengecek kondisi drainase dan segera berkoordinasi jika ditemukan saluran bermasalah. Ia menekankan bahwa laporan perlu dilakukan tanpa menunggu komando agar penanganan tidak terlambat.

 

“Sebagai camat, sebagai lurah, di mana saudara-saudara berada, kalau ada saluran yang kurang baik, segera dilaporkan. Apakah itu menjadi tanggung jawab saudara atau menjadi tanggung jawab sumber daya air, dan sebagainya, harus segera dikoordinasikan," tutur dia.

 

Mantan Sekretaris Kabinet itu menyinggung pengalaman daerah lain yang terdampak banjir bandang sebagai pengingat bahwa kesiapan harus dimulai sebelum bencana terjadi.  Pramono mendorong lurah dan camat berkoordinasi dengan warga untuk memaksimalkan fasilitas lingkungan, termasuk rumah ibadah, sebagai titik penyebaran peringatan dini saat terjadi banjir.

 

"Masjid, gereja dan sebagainya, karena mereka punya, terutama masjid, mereka punya speaker dan sebagainya. Digunakan untuk peringatan dini," tutur Pramono. Selain itu, ia meminta jajaran kecamatan dan kelurahan memperkuat kerja sama dengan unsur pengamanan di tingkat wilayah seperti Bhabinkamtibmas, Babinsa. Menurut Pramono, hubungan yang baik di tingkat bawah akan memudahkan penanganan masalah di lapangan.

 

"Karena kalau hubungan ini baik di bawah, saya yakin ini menjadi modal utama kita untuk menghadapi hari-hari kritis ke depan seperti menghadapi curah hujan yang tinggi, juga Natal dan Tahun Baru," pungkasnya. (M-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Bintang Krisanti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik