Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kaget JIS belum Rampung, Rano Karno Minta Segera Dibahas

Mohamad Farhan Zhuhri
27/11/2025 13:42
Kaget JIS belum Rampung, Rano Karno Minta Segera Dibahas
Jakarta International Stadium (JIS)(MI/Susanto)

WAKIL Gubernur DKI Jakarta Rano Karno menyoroti belum rampungnya sejumlah infrastruktur pendukung di kawasan Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta Utara. Dalam Focus Group Discussion (FGD) pengembangan kawasan JIS di Gedung Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan DKI Jakarta, Rabu (27/11), Rano terkejut setelah melihat langsung kondisi lapangan.

“Saya jujur, saya baru enam bulan di Jakarta. Begitu saya lihat ini, kaget saya. Uh, ternyata belum selesai ini tempat. Pertanyaannya, kapan kita mau selesaikan?” tanya Rano.

Ia menyampaikan, proyek JIS yang dibangun pada masa Gubernur Anies Baswedan masih menyisakan sejumlah pekerjaan mendasar. Mulai dari akses jalan, area parkir, hingga Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Menurutnya, itu menandakan tempat ini belum memenuhi standar sebagai stadion yang kerap menjadi tuan rumah konser dan pertandingan internasional.

Rano menilai kelengkapan fasilitas tersebut bukan hanya soal estetika, tetapi kebutuhan operasional agar JIS mampu menampung agenda berskala besar secara aman dan efisien. Terlebih, kata dia, JIS terus diminati promotor dalam dan luar negeri.

Di sisi lain, ketika perbaikan kawasan JIS belum selesai, Jakarta kembali diberi penugasan besar dari pemerintah pusat untuk mempersiapkan pembangunan Giant Sea Wall. Rano menyebut hal itu harus dibahas serius karena berkaitan langsung dengan arah pembangunan Jakarta ke depan.

“Sementara ini belum selesai, Jakarta sudah punya penugasan Giant Sea Wall. Berarti ini perlu dibahas di sini. Walaupun mungkin wallahu a’lam kapan dimulainya Giant Sea Wall,” ungkapnya.

Menurutnya, pengembangan kawasan JIS sejalan dengan draf Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKI Jakarta 2025–2029. Agenda itu mencakup peningkatan transportasi terintegrasi, perbaikan infrastruktur jalan, penyediaan ruang olahraga dan pariwisata, hingga pembangunan kota yang lebih ramah bagi pejalan kaki, pesepeda, serta penyandang disabilitas.(M-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya