Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Kasus Ledakan SMAN 72: Salahkan Pola Asuh, Bukan Gim Online

Andhika Prasetyo
15/11/2025 12:44
Kasus Ledakan SMAN 72: Salahkan Pola Asuh, Bukan Gim Online
Ilustrasi(Antara)

Sekretaris Komisi E DPRD DKI Jakarta, Justin Adrian Untayana, menilai wacana pembatasan gim daring (game online) sebagai respons atas insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta Utara pada Jumat (7/11) merupakan langkah yang terlalu reaktif dan hanya mencari kambing hitam.

“Kalau dulu ada kasus penusukan dan belum ada gim, mungkin film yang disalahkan. Sekarang karena ada gim, maka gim dijadikan alasan, dijadikan penyebab,” ujar Justin di Jakarta, Jumat.

Ia menegaskan bahwa tanggung jawab utama atas perilaku anak berada pada orang tuanya. Menurut Justin, anak di bawah umur masih berada dalam perwalian penuh, sehingga jika terjadi tindakan kekerasan, orang tualah yang semestinya mendapat sanksi.

Justin menambahkan bahwa perusahaan gim tidak bisa diposisikan sebagai 'pengasuh' anak. Perilaku seorang anak, kata dia, jauh lebih ditentukan oleh pola asuh dan lingkungan keluarganya.

“Jika ada pelanggaran hukum yang dilakukan anak di bawah umur, sebenarnya orang tua yang harus bertanggung jawab karena anak tersebut masih sepenuhnya di bawah pengawasan mereka,” ujarnya.

Justin mengaku banyak menyaksikan kasus orang tua yang lalai sehingga anak terlibat berbagai bentuk kenakalan, termasuk tindakan kekerasan. Di era digital ini, orang tua juga dituntut aktif memantau aktivitas daring anak, mulai dari isi ponsel hingga interaksi di media sosial.

Menurutnya, sikap abai terhadap anak dapat berujung pada konsekuensi hukum. “Dalam hukum pidana, kelalaian yang menyebabkan orang celaka atau kehilangan nyawa pun dapat dipidana,” tegasnya.

Karena itu, Justin menyarankan pemerintah pusat agar mulai mempertimbangkan pengaturan terkait pertanggungjawaban orang tua atas perilaku menyimpang atau tindakan kriminal yang dilakukan anak di bawah umur, ketimbang menyalahkan pengembang gim. (Ant/E-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik