Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Polda Metro Dalami Situs yang Diakses Terduga Perakit Bom SMAN 72

Andhika Prasetyo
12/11/2025 11:16
Polda Metro Dalami Situs yang Diakses Terduga Perakit Bom SMAN 72
Ilustrasi(Antara)

Direktorat Siber Polda Metro Jaya tengah melakukan pendalaman terhadap sejumlah laman dan situs web yang diakses oleh anak berhadapan dengan hukum (ABH), terduga pelaku perakitan bom dalam insiden ledakan di SMAN 72 Jakarta.

“Seluruh media daring, termasuk situs yang diakses atau diikuti oleh anak tersebut, saat ini masih dalam proses pendalaman,” ujar Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirresiber) Polda Metro Jaya Kombes Roberto GM Pasaribu, di Jakarta, Rabu (12/11).

Menurut Roberto, proses investigasi dilakukan melalui pemeriksaan digital forensik terhadap perangkat elektronik milik pelaku. Salah satu barang bukti penting berupa laptop yang sempat tidak berada di tangan ABH telah ditemukan dan diserahkan kepada penyidik Siber pada Minggu (9/11).

“Saat ini laptop tersebut sedang dianalisis untuk mengetahui aktivitas digital, termasuk situs yang dikunjungi, materi yang dipelajari, maupun distribusi konten yang dilakukan oleh pelaku,” jelas Roberto.

Ia menambahkan, Direktorat Siber juga telah berkoordinasi dengan Komisi Digital (Komdigi) dan Direktorat Jenderal Pengawasan Ruang Digital guna membatasi dan memblokir situs-situs berbahaya yang terpantau berkaitan dengan pembuatan bahan peledak.

“Kami sudah berkoordinasi agar dilakukan pembatasan atau pemblokiran terhadap website-website tersebut,” tegasnya.

Sementara itu, dari hasil penyelidikan tim Brimob Polda Metro Jaya, diketahui bahwa dari tujuh bom rakitan yang disiapkan oleh pelaku, empat di antaranya meledak di area lingkungan masjid SMAN 72 Jakarta pada Jumat (7/11).

“Tiga bom lainnya masih aktif dan sudah diamankan di Markas Gegana Satbrimob Polda Metro Jaya,” kata Komandan Satuan Brimob Kombes Henik Maryanto dalam konferensi pers, Selasa (11/11).

Henik menjelaskan, pihaknya menemukan dua lokasi ledakan (TKP), yakni di dalam masjid sekolah serta di area bank sampah dan taman baca. Peristiwa ini masih dalam tahap penyelidikan menyeluruh, sementara polisi terus berupaya mengungkap jaringan dan sumber informasi daring yang digunakan oleh pelaku dalam merakit bom tersebut. (Ant/E-3)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Andhika
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik