Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan Sentra Fauna Lenteng Agung nantinya juga akan dilengkapi dengan fasilitas klinik hewan.
“Sekarang ini 125 kios yang di Lenteng Agung semuanya sudah selesai. Semuanya bisa dipakai, termasuk air, kemudian kami akan membuat klinik satwa di tempat itu kalau memang nanti mayoritas adalah pedagang satwa,” katanya saat dijumpai di kawasan Grogol, Jakarta Barat, Senin.
Ia menyebutkan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan memberikan enam bulan biaya sewa gratis untuk 125 kios kepada para pedagang. Ia mengatakan hal itu dilakukan karena ia pun menyadari bahwa bulan-bulan pertama akan sangat berat bagi pedagang yang baru saja pindah.
Kendati demikian, ia sudah menegaskan bahwa satu pedagang hanya boleh menyewa satu kios di lokasi tersebut. Ia tak mau, kejadian sebelumnya di Pasar Barito terulang kembali, yakni terdapat satu pedagang yang menguasai belasan kios.
“Tidak boleh satu nama atau satu pemilik memiliki lebih dari satu kios supaya ada pemerataan bagi masyarakat yang ada di Jakarta ini,” katanya.
Di sisi lain, Wali Kota Jakarta Selatan M. Anwar mengatakan pihaknya siap membantu para pedang untuk memindahkan barang-barangnya ke Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung.
"Kami terus mendampingi proses perpindahan pedagang dengan pendekatan yang humanis dan transparan. Sesuai arahan Pak Gubernur, kami pastikan seluruh pedagang terfasilitasi dengan baik hingga lokasi kios yang baru rampung," kata Anwar.
Anwar menjelaskan, selain mendapatkan gratis sewa selama enam bulan, pedagang juga berkesempatan mendapatkan lokasi premium jika bersedia pindah lebih awal.
"Biaya retribusi pedagang di lokasi tersebut berkisar antara Rp150.000 hingga Rp200.000 per bulan. Namun, selama masa adaptasi, pedagang tidak akan dikenakan biaya untuk menyesuaikan dengan pola konsumen yang mereka harapkan," jelas Anwar.(Ant/P-1)
Hingga pukul 07.00 WIB, kios pedagang Barito telah rata dengan tanah usai dirubuhkan oleh ekskavator.
Berdasarkan Surat Tugas Sekretaris Kota Jakarta Selatan Nomor 1017/KG.11.00, peringatan disampaikan kepada pedagang eks Loksem JS 25, 26, 30, dan 96 yang masih menempati area penataan.
Ratusan lapak itu dikuasai oleh beberapa orang untuk dijual kembali ke pedagang kecil.
Pemprov DKI Jakarta menyatakan kesiapan untuk memfasilitasi perpindahan pedagang dari Pasar Hewan Barito ke Sentra Fauna Jakarta yang berlokasi di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved