Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KEBERADAAN pagar beton laut sepanjang tiga kilometer yang dibangun PT Karya Citra Nusantara (KCN) memicu protes keras dari Lembaga Penanggulangan Bencana dan Iklim Nahdlatul Ulama (LPBINU) DKI Jakarta. Ketua LPBINU DKI Jakarta, Laode Kamaludin, mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera meninjau kembali Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) dan mencabut izin operasi perusahaan tersebut.
Laode menilai pagar beton tersebut telah merampas ruang hidup nelayan. Ia menegaskan bahwa proyek ini bukan hanya menghambat akses nelayan ke laut, tetapi juga membuka peluang terjadinya praktik reklamasi terselubung di masa depan. “Sekalipun PT KCN menyebut pagar itu untuk kepentingan pelabuhan, kita tidak boleh menutup mata terhadap potensi penyalahgunaan di kemudian hari,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jakarta, Senin (15/9).
Selain masalah pagar beton, LPBINU DKI Jakarta juga menyoroti sejumlah persoalan lain yang membelit PT KCN dan dinilai merugikan masyarakat sekitar. Menurut Laode, pemerintah daerah harus mengambil sikap tegas agar konflik serupa tidak terus berulang dan menimbulkan kerugian sosial maupun ekologis.
“Pemprov DKI memiliki tanggung jawab untuk memastikan kawasan pesisir aman dan tetap bisa diakses nelayan. Langkah konkret berupa evaluasi Amdal dan pencabutan izin operasi PT KCN adalah solusi yang harus segera diambil,” tegas Laode.
Dengan desakan ini, LPBINU DKI Jakarta berharap pemerintah hadir untuk melindungi hak masyarakat pesisir serta mencegah terjadinya kerusakan lingkungan yang lebih besar di masa depan. (Cah/P-3)
Ruang laut adalah area produktif yang tidak bisa dikelola hanya dengan pendekatan tata ruang, melainkan harus berbasis pada analisis risiko lingkungan yang komprehensif.
Pagar beton yang membentang sepanjang sekitar 3 kilometer di perairan tersebut viral di media sosial lantaran dikhawatirkan mengganggu akses nelayan.
SEORANG nelayan Petaling Kabupaten Bangka diterkam buaya saat memancing ikan di sungai Limbung, Selasa (10/2) malam. Korban ditemukan menyangkut di jaring ikan, Rabu (11/2) pagi.
Pemkab Indramayu mengalokasikan pembayaran premi asuransi untuk 1.000 nelayan.
Cuaca ekstrem tersebut berupa hujan deras yang diikuti dengan angin kencang. Kondisi tersebut bisa menimbulkan terjadinya gelombang tinggi yang berbahaya untuk nelayan
Kecurigaan nelayan muncul ketika RMM menolak memberikan uang panjar untuk pembelian bahan bakar kapal dengan alasan pembayaran akan dilakukan setelah kegiatan memancing selesai.
Kondisi tersebut menyebabkan kapal yang baru kembali melaut harus menunggu hingga delapan jam hanya untuk menurunkan hasil tangkapan.
Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menyoroti kondisi overkapasitas kapal di Pelabuhan Muara Angke, Jakarta Utara.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved