Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
VIRAL di media sosial sebuah video memperlihatkan aksi beberapa warga melubangi tembok pembatas perumahan Grand Galaxy City, Kota Bekasi, Jawa Barat, saat banjir melanda wilayah tersebut.
Dalam video yang beredar, terlihat beberapa warga melubangi tembok pembatas. Seketika air dari perumahan itupun keluar dan mengalir ke jalan.
Kapolsek Bekasi Selatan Kompol Dedi Herdiana membenarkan aksi pelubangan tembok perumahan oleh warga. Ia mengatakan, aksi itu dilakukan untuk mengurangi debit air dan mencegah tembok perumahan roboh.
"Benar pada hari dan tanggal sesuai video yang viral kejadian tersebut ada beberapa warga yang berusaha membuat lubang di Grand Galaxy City yang bertujuan untuk mengurangi debit air akibat banjir yang ada di area ruko Grand Galaxy City dan untuk mencegah terjadinya tembok pembatas roboh," kata Dedi kepada wartawan, Rabu (5/3).
Kendati begitu, Dedi mengatakan, tidak ada pihak yang dirugikan dalam aksi tersebut. Permasalahan tersebut pun juga sudah diselesaikan secara kekeluargaan.
"Dari permasalahan tersebut tidak ada yang dirugikan dan melaporkan, dan permasalahan tersebut sudah diselesaikan dengan musyawarah antara manajemen Grand Galaxy City dan warga sekitar," ujarnya.
Lebih lanjut, Dedi mengatakan, terkait dengan narasi yang menyebut bahwa pelubangan yang dilakukan warga membuat banjir makin meluas adalah hoaks.
Ia menyebut, para warga yang melakukan pelubangan tersebut pun juga siap untuk dimintai klarifikasi.
"Narasi dari video tersebut tidak benar dan itu diambil tanpa sepengetahuan mereka. Mereka (warga yang membuat video beserta yang membuat lubang) siap membuat klarifikasi di depan wartawan agar video tersebut terselesaikan dengan baik dan tidak menimbulkan fitnah," tuturnya. (P-4)
Hingga Senin (19/1), banjir masih merendam sejumlah wilayah di Kabupaten Karawang dengan Tinggi Muka Air (TMA) bervariasi antara 10 hingga 200 sentimeter.
Plt Bupati menyampaikan, banjir yang melanda Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, sejak Minggu (18/1) dini hari, bukanlah kejadian baru, melainkan banjir langganan.
Di Kabupaten Karawang dampak banjir cukup luas, yakni melanda 12 kecamatan dan 23 desa, dengan total 3.932 kepala keluarga terdampak.
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mendatangi langsung permukiman terdampak banjir di Desa Srimukti, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Senin (19/1).
Pengaturan pintu air oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan PJT juga diharapkan mampu mengurangi risiko banjir kiriman dari wilayah hulu.
Banjir setinggi hingga satu meter melanda 23 desa di 13 kecamatan Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, sejak Senin malam (7/7), akibat curah hujan tinggi dan luapan sungai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved