Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
MEMASUKI musim hujan di wilayah Tangerang Selatan (Tangsel), resiko bencana meningkat. Mengantisipasi hal itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Tangsel, Sutang Suprianto imbau warga mempersiapkan Tas Siaga Bencana (TSB).
"TSB dirancang guna mempermudah proses evakuasi ke tempat yang lebih aman," kata Sutang di Tangsel.
Ia menjelaskan pada situasi banjir, Tas Siaga Bencana tahan air (waterproof) sehingga masyarakat dapat membawa kebutuhan penting di dalamnya. Isi Tas Siaga Bencana bisa mencakup berbagai kebutuhan dasar maupun salinan dokumen penting seperti surat tanah, surat kendaraan, atau akta kelahiran. Pakaian, jaket, handuk, jas hujan, dan selimut, juga bisa disiapkan dalam TSB itu.
Dalam situasi bencana, perlengkapan tambahan seperti alat bantu penerangan dapat dimasukkan ke Tas Siaga Bencana. Warga juga diminta mempersiapkan kebutuhan obat-obat pribadi atau tas Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K)
"Perlengkapan kesehatan penting disiapkan untuk mengatasi kondisi darurat selama terjadi bencana," tukasnya.
Selain itu, perangkat komunikasi menjadi kebutuhan tambahan yang perlu warga sediakan untuk dapat terhubung dengan informasi terkini tentang situasi bencana.
Dengan begitu, keberadaan TSB menjadi penting saat menghadapi ancaman bencana yang kerap terjadi di musim hujan. Persiapan yang matang dan kesadaran yang tinggi dapat meningkatkan peluang keselamatan dan mengurangi dampak buruk yang ditimbulkan.(H-2)
Kepala BPBD Tangsel Sutang Suprianto menyebut salah satu Langkah sederhana yang dapat masyarakat lakukan dengan mempersiapkan Tas Siaga Bencana (TSB).
Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengungkapkan bahwa pembuangan sampah ke tempat pembuangan akhir (TPA) milik PT Aspex Kumbong di Cileungsi dilakukan dengan kuota 200 ton per hari.
Darurat sampah Tengerang dan Tangsel disebut pengamat sebagai bukti dari kegagalan tata kota dan pengelolaan sampah dalam jangka panjang.
Tim Satuan Tugas (Satgas) akan dikerahkan secara intensif untuk melakukan pengangkutan sampah yang masih menumpuk di berbagai wilayah pemukiman maupun protokol.
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Serang resmi melanjutkan kerja sama pengelolaan sampah dari Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ke TPSA Cilowong.
Memasuki tahun baru 2026, Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyampaikan terima kasih yang tulus kepada seluruh masyarakat.
Tumpukan sampah masih berserakan di Pasar Ciputat, Tangerang Selatan. Pedagang mengeluh bau menyengat, lalat, dan omzet penjualan menurun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved