Headline
Pemudik diminta manfaatkan kebijakan WFA.
Kumpulan Berita DPR RI
PARA pedagang di Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Tanah Abang, Jakarta Pusat kecewa dengan keputusan pengelola dalam hal ini Perumda Sarana Jaya atas kebijakan yang memberatkan pedagang. Mereka mengancam akan menutup akses skybridge pasar Tanah Abang.
Sebab, harga sewa per unit di JPM untuk para pedagang yang sebelumnya Rp1.443.000/bulan hanya turun Rp50 ribu menjadi Rp1.393.000/bulan.
"Kami dari bulan Januari (menunggu kepastian) hingga Oktober ini cuma turun Rp50.000," kata Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Tanah Abang Jimmy Rory usai melakukan aksi kemarin, dikutip Jumat (18/10).
Meski ada penurunan, lanjut Jimmy, tarif service charge itu masih terlalu tinggi. Sangat memberatkan para pedagang. Terlebih penjualan di JPM Stasiun Tanah Abang menurun drastis pasca covid-19. Bahkan ada di beberapa toko tidak ada pembelinya sama sekali.
"Kami hanya laku 1-2 potong baju. Tidak seramai dulu. Daya beli masyarakat sudah turun," kata Jimmy.
Dengan keputusan yang diberikan pihak pengelola, Ia pun akan menutup akses masyarakat menggunakan JPM, sebagai bentuk protes. Ia mengungkap, jika pembayaran tidak dilakukan, maka kios akan disegel oleh pengelola.
"Kami sudah menunggu tetapi kami diayun-ayun. Tuntutan kami tidak didengarkan. Pengelola sengaja membiarkan kami bentrok dengan polisi," kata Jimmy.
“Kalau mereka melakukan penyegelan (kios), akan kami akan tutup akses ke JPM," tegasnya.
Jimmy bersama pedagang lainnya akan mengadukan hal ini ke legislatif Jakarta. Ia mengatakan telah mendapatkan tawaran audiensi dengan salah satu fraksi di DPRD DKI Jakarta.
Kemarin, ratusan pedagang JPM menggelar aksi unjuk rasa, pada Kamis (17/10). Para pedagang mengancam akan menutup akses Skybridge Tanah Abang jika pihak pengelola BUMD DKI Perumda Sarana Jaya tak kunjung menurunkan harga sewa kios.
Aksi unjuk rasa para pedagang kecil Skybridge Tanah Abang ini sempat memanas. Para pedagang yang mayoritas ibu-ibu itu bahkan sempat terlibat aksi dorong-dorongan dengan aparat kepolisian.
Dalam demo ini, para pedagang yang mayoritas ibu-ibu pun membentangkan beberapa spanduk berisi unek-unek dan keluhan kepada Sarana Jaya. Diantaranya bertuliskan 'Pasar sepi service charge tinggi. Parah!'
Ada juga 'Keadaan sulit, jangan bikin sulit'. 'Bapak Andira Reoputra (Direktur Utama Perumda Sarana Jaya) yang terhormat, bapak jangan egois!' dan 'Kupikir cinta yang tidak ada kepastian, ternyata service chas jutaan'. (Z-9)
Sepekan menjelang Lebaran Idul Fitri 1447 H, pasar tekstil terbesar di Asia Tenggara ini diserbu pembeli yang hendak berbelanja pakaian Lebaran.
Pusat tekstil terbesar di Asia Tenggara ini mulai dipadati warga yang berburu busana muslim untuk Idul Fitri. Puncak kunjungan diperkirakan terjadi pada H-7 hingga H-6 Lebaran.
Kawasan Pusat Grosir Tanah Abang mulai menunjukkan geliat kepadatan signifikan memasuki awal Maret 2026.
Tren busana muslim Lebaran 2026 menemukan pemenangnya pada sosok Inara Rusli yang gaya berpakaiannya kini diproduksi massal dengan nama unik "Gamis Bini Orang".
Di balik namanya yang kontroversial, tren 'Gamis Bini Orang' terbukti menjadi nafas baru bagi pedagang pasar tradisional yang sempat lesu.
MENJELANG Lebaran 2026, Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, mulai dipadati banyak orang. Beberapa model diprediksi menjadi tren baju Lebaran 2026, salah satunya gamis 'bini orang'.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved