Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEORANG siswa SMA di Tebet, Jakarta Selatan, berinisial A mengalami koma di rumah sakit usai berkelahi dengan kakak kelasnya berinisial M.
"Jadi dia berantem setelah itu dibawa ke rumah sakit kawasan Tebet, langsung ditanya-tanya ini kenapa. Itu masih didalami kebenarannya," kata Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi kepada wartawan, Kamis (10/10).
Nurma mengatakan latar belakang perkelahian ini juga masih didalami. Termasuk apakah ada siswa lain yang terlibat.
Baca juga : Macho Virgonta Dalami Peran Sebagai Pelajar SMA di Film Bonnie
"Berantem di mana, kenapa, mengapa, siapa saja, ini masih didalami. Yang jelas ini berantem," ujarnya.
Terkait kasus ini, lanjut Nurma, orang tua A sudah membuat laporan ke polisi.
"Sekarang orang tuanya melaporkan ke Polres Jakarta Selatan. Kita sudah terima laporan ditindaklanjuti," ucap dia.
Baca juga : Polda Metro Sebut Anak Polisi tidak Kabur setelah Menabrak Pelajar
Keterangan Orang Tua Korban
Sementara itu, dari keterangan tertulis yang diterima dari ayah korban, Mukti, 49, mengungkapkan soal penganiayaan yang membuat anaknya koma tersebut. Menurutnya, diduga pelaku sempat mengantar korban ke rumah sakit setelah korban tidak sadarkan diri.
"Murid yang membawa ke rumah sakit ada satu orang yang mengaku sebagai pelaku dan itu dibenarkan oleh guru sekolah tersebut," ujar ayah korban, Kamis (10/10).
Baca juga : Tawuran Pelajar SMA di Tebet Dibubarkan Pengemudi Ojol
Peristiwa itu terjadi pada Selasa (8/10) sekitar pukul 11.45 WIB. Awalnya korban ditarik oleh kakak kelasnya dari kelas XII dan XI dari area sekolah ke luar pagar sekolah.
Korban kemudian dipukul hingga tak sadarkan diri. Saksi yang mengetahui kejadian ini kemudian melaporkan ke pihak sekolah.
Selanjutnya pihak sekolah menghubungi keluarga dan membawa korban ke RSUD Budhi Asih.
Kuasa hukum korban, Saut Hamonangan Turnip, meminta sekolah tidak menutupi kejadian dan meminta polisi segera memeriksa pelaku.
"Kami akan menuntut keadilan sesuai hukum yang berlaku dan akan melaporkan kejadian ini ke pihak terkait," kata Saut. (Z-9)
Prestasi langka ini menegaskan keunggulan pelajar Indonesia di panggung robotika global.
GURU Besar Literasi Budaya Visual FSRD ITB, Prof Acep Iwan Saidi, merespons kebijakan pengelola Museum Nasional Indonesia (MNI) yang menaikkan harga tiket masuk bisa membebankan pengunjung.
ANGGOTA Komisi XIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Marinus Gea, menghadiri kegiatan Parlemen Pelajar PW IPM Banten 2025 di Universitas Muhammadiyah Tangerang.
Ia menekankan bahwa akar persoalan bukan pada keberadaan platform, melainkan kurang optimalnya mekanisme penyaringan konten berbahaya oleh perusahaan teknologi besar.
PELAKU teror di era masyarakat digital jangan dibayangkan orang-orang dengan keterikatan pada ideologi dan agama yang kebablasan.
SEBANYAK 152 pelajar dari 38 provinsi resmi menyelesaikan pelatihan perdana Gladian Sentra Paskibra untuk Indonesia (Garuda) Tahun 2025.
Tiga pelajar SMA Indonesia yang tergabung dalam Tim Bayu Sakti tembus empat besar dunia di World Robot Summit 2025 Jepang lewat inovasi drone bencana berbasis AI.
FH, 16, sudah malang melintang di dunia kejahatan. Bahkan FH dan kawan-kawannya pernah melakukan pembegalan hingga lima kali sehari.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved