Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka memperingati Hari Kebaya Nasional Ikawati Kanwil BPN Provinsi Banten mengikuti kegiatan Kowani Expo dalam Perlombaan Kebaya yang dilaksanakan di Gedung Kenangan, Gedung Istora Senayan, Rabu (24/07/24).
Kepala Kantor Pertanahan /BPN Kota Tangerang Selatan Shinta Purwitasari menjadi salah satu peserta perwakilan Ikawati Kanwil BPN Provinsi Banten dan berhasil meraih juara tiga dengan kategori busana kebaya kontemporer.
Shinta mengutarakan total peserta yang mengikuti perlombaan sebanyak 128 dengan dua kategori yaitu Kebaya Klasik dan Kontemporer.
Baca juga : Busana Kebaya Kian Digemari Di Era Modern
“Alhamdulillah menjadi juara tiga dalam perlombaan kebaya yang digelar selama dua hari dengan menggunakan pakaian yang sama dan menghadirkan 5 juri dari berbagai kalangan,” kata Shinta di kantor BPN Tangsel, Kamis ( 25/7]
Shinta mengutarakan indahnya motif kebaya menggambarkan kekayaan seni dan budaya Nusantara. Karena disetiap motifnya memiliki ciri khas yang membedakan dengan bangsa lain.
“Mari kita lestarikan kekayaan budaya Indonesia dengan bangga mengenakan busana kebaya,” tukas Shinta.
Seperti diketahui, puncak acara yang dilaksanakan hari ini dibuka secara langsung oleh Presiden Joko Widodo bersama dengan Ibu Negara Indonesia Iriana Joko Widodo.Hadir pula Anisa Pohan Yudhoyono selaku Pembina Ikawati ATR/BPN yang didampingi oleh Wakil Pembina Ikawati Kementerian ATR/BPN Nurlaili Raja Juli Antoni serta menampilkan parade kebaya dengan artis ibukota seperti Prilly Latuconsina, Syifa Hadju, Widyawati serta Putri Indonesia.
Kutubaru, kebaya modern, hingga kebaya khas Manado pernah dipilih Prilly untuk digunakan
ENERGI budaya Jawa dan kekuatan eksotis songket Minangkabau dipadukan. Dua kutub ini disatukan dengan sentuhan detail kaya tekstur, permainan warna, dan siluet modern.
INDONESIA menerima sertifikat Intangible Cultural Heritage (ICH) atau warisan budaya takbenda UNESCO untuk Reog, Kolintang dan Kebaya, di Museum Nasional Indonesia (MNI).
Kementerian Kebudayaan mengemukakan bahwa Indonesia menerima sertifikat Intangible Cultural Heritage (ICH) atau warisan budaya takbenda UNESCO untuk Reog, kolintang, dan kebaya.
Sanly Liu menyampaikan bahwa inspirasi rancangan gaun itu adalah Garuda, burung mitologis yang membawa Dewa Wisnu dan dijadikan sebagai lambang kekuatan, kebesaran, dan perlindungan ilahi.
Koleksi kebaya kreasinya memadukan batik Betawi dengan sentuhan Eropa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved