Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
MISS Universe Indonesia Sanly Liu memakai kebaya kontemporer dengan motif Garuda rancangan Hendra Chrystianto saat upacara pembukaan kontes kecantikan Miss Universe 2025 di Thailand.
Foto-foto dan video Sanly mengenakan gaun bersiluet kebaya pada upacara pembukaan Miss Universe 2025 diunggah di akun Instagram milik Sanly, perancang Hendra Chrystianto, dan Zetrix Miss Universe Indonesia.
Gaun bersiluet kebaya yang diperlihatkan dalam foto-foto dan video tersebut memadukan brokat bermanik halus, kain batik tradisional, dan bolero jacquard.
Dalam keterangan unggahan fotonya, Sanly menyampaikan bahwa inspirasi rancangan gaun itu adalah Garuda, burung mitologis yang membawa Dewa Wisnu dan dijadikan sebagai lambang kekuatan, kebesaran, dan perlindungan ilahi.
Paduan warna hitam, emas, merah, dan tembaga pada gaun yang dikenakan oleh Sanly Liu dimaksudkan untuk menunjukkan kekuatan, semangat, cinta, dan keanggunan.
Gaun tersebut dikatakan sebagai cerminan Sanly Liu sebagai perempuan Indonesia yang berdaya, anggun, dan percaya diri dalam menampilkan warisan budaya bangsanya. (Ant/Z-1)
Ajang kecantikan Miss Universe bukan lagi sebatas menampilkan rupa yang menawan.
Baru dimulai, tapi suasana Miss Universe 2025 di Thailand sudah seperti drama reality show. Pertengkaran antarpenyelenggara, walkout kontestan, hingga tudingan sponsor judi online membuat ajang kecantikan paling bergengsi ini jadi sorotan dunia.
Sanly Liu dinobatkan sebagai Miss Universe Indonesia 2025, Senin (22/9) malam. Sanly, yang berasal dari Bali, berhasil mengungguli 15 finalis lain.
Sanly Liu menerima Mahkota Jiwanta yang dipakaikan langsung oleh Miss Universe Indonesia 2024, Clara Shafira.
Sebagai anak muda yang dekat dengan kehidupan modern, Clara Shafira Krebs mengatakan dirinya berusaha untuk selalu menghormati budaya masa lalu yang telah diwariskan nenek moyang terdahulu.
Kutubaru, kebaya modern, hingga kebaya khas Manado pernah dipilih Prilly untuk digunakan
ENERGI budaya Jawa dan kekuatan eksotis songket Minangkabau dipadukan. Dua kutub ini disatukan dengan sentuhan detail kaya tekstur, permainan warna, dan siluet modern.
INDONESIA menerima sertifikat Intangible Cultural Heritage (ICH) atau warisan budaya takbenda UNESCO untuk Reog, Kolintang dan Kebaya, di Museum Nasional Indonesia (MNI).
Kementerian Kebudayaan mengemukakan bahwa Indonesia menerima sertifikat Intangible Cultural Heritage (ICH) atau warisan budaya takbenda UNESCO untuk Reog, kolintang, dan kebaya.
Koleksi kebaya kreasinya memadukan batik Betawi dengan sentuhan Eropa.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved