Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Ingrid Kansil, calon legislatif (caleg) Partai Demokrat punya solusi agar ibu-ibu di rumah tak melulu kesal ketika harga cabai merangkak naik. Di Peringatan Hari Ibu, Ingrid menginisiasi gerakan budi daya cabai dengan memaksimalkan lahan warga.
Hal itu disampaikan Ingrid ketika menyapa warga Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, Depok, Jawa Barat, Jumat (22/12). Dalam kesempatan itu, ada tiga hal yang dilakukan Ingrid. Pertama, memperkenalkan diri. Kedua, mendengar aspirasi warga. "Banyak warga mengeluh harga cabai sangat tinggi. Mereka mengeluh harga cabai belakangan ini tembus Rp 120 ribu per kilogram. Naik dua kali lipat jelang perayaan Natal dan Tahun Baru," ungkap Ingrid melalui siaran persnya.
Sebagai ibu rumah tangga, Ingrid paham yang dikeluhkan warga, khususnya emak-emak. Kenaikan harga cabai tentu sangat membebani masyarakat. Terlebih, cabai merupakan salah satu bahan dasar makanan sehari-hari. "Harga cabai menjadi yang paling banyak dikeluhkan oleh ibu-ibu karena memang harganya naik dua kali lipat. Masyarakat merasa situasi ekonomi ini sangat menghimpit mereka, dimana pemasukan mereka tidak dapat mencukupi kebutuhan sehari-hari jika harga bahan pokok terus melambung tinggi," urai Ingrid.
Baca juga : Harga Cabai Rawit di Badung Bali Kian Merangkak Naik
Merespons keluhan tersebut, caleg dari Dapil Jawa Barat VI (Kota Depok dan Kota Bekas) ini menginisiasi gerakan budidaya cabai di rumah sebagai alternatif ketika harga cabai melambung. Maka, agenda yang ketiga adalah memberikan edukasi soal pemanfaatan lahan warga untuk bertanam.
Bukan hanya di edukasi, warga juga diberi bibit cabai oleh Ingrid untuk dimanfaatkan di rumah. Ketika masing-masing rumah memiliki tanaman cabai, tentu ketika produksinya menurun karena musim hujan, masyarakat tak begitu risau. "Saya sampaikan bahwa kita perlu memanfaatkan dan mengoptimalisasi penggunaan lahan pekarangan rumah dengan menanam cabai. Hal ini saya yakini dapat menciptakan ekosistem budidaya cabai dari rumah sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi secara mandiri," pesannya.
Kata Ingrid, inisiasi gerakan budidaya cabai ini bertujuan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, pemanfaatan, dan pendapatan masyarakat. Karena tidak menutup kemungkinan, jika tanamannya pesat, masyarakat bisa menjualnya. "Bahwa upaya sosialisasi dan edukasi pemanfaatan lahan pekarangan dan budidaya cabai secara serentak di setiap RT/RW ini dapat diinisiai di daerah lain. Karena gerakan ini diyakini dapat meredam naiknya harga cabai nasional," pungkasnya. (RO/B-4)
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Harga cabai rawit dan telur di Pasar Gedhe Klaten turun hari ini 13 Januari 2026. Cek daftar lengkap harga sembako terbaru jelang Ramadan.
Harga bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali normal sementara, pasokan maupun stok aman dan lancar menjelang Ramadan.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, terpantau mulai stabil dan cenderung menurun, paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan telur ayam.
Kebutuhan cabai besar di Kepri mencapai 12.074 ton per tahun. Namun, produksi lokal saat ini baru berada di angka 4.508 ton.
Telur ayam dijual Rp22 ribu per kg, sementara harga di pasaran Rp28 ribu per kg. Gula pasir dijual Rp14.500 per kg, lebih murah dibanding harga pasar Rp17 ribu per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved