Selasa 08 November 2022, 16:28 WIB

Baru 33,3% Pramudi TransJakarta yang Dilatih Soal Waspada dalam Mengemudi

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Baru 33,3% Pramudi TransJakarta yang Dilatih Soal Waspada dalam Mengemudi

MI/Vicky Gustiawan
Bus TransJakarta

 

SEBANYAK 2.400 atau 33,3% dari 7.200 pramudi TransJakarta telah dilatih khusus mengenai kewaspadaan dan keselamatan dalam mengemudi. Jumlah 7.200 ini sudah termasuk pramudi bus besar, bus gandeng, bus sedang, hingga mikrotrans.

Dirut Operasi dan Keselamatan PT Transjakarta Yoga Adiwinarto menjelaskan jumlah 2.400 pramudi yang sudah dilatih ini merupakan pramudi pada bus besar dan bus gandeng. Sementara sisanya hampir 5 ribu pramudi yang belum mendapatkan pelatihan adalah pramudi bus sedang dan bus kecil untuk mikrotrans.

Pramudi bus besar dan bus sedang diprioritaskan untuk mendapatkan pelatihan lebih dulu karena berisiko tinggi mengalami kecelakaan dengan tingkat keparahan yang tinggi.

"Ya karena bus besar dan bus gandeng ini kebanyakan memiliki blank spot. Dengan tubuh yang lebih besar serta jarak tempuh yang lebih jauh tentunya probabilitas mengalami kecelakaan juga lebih tinggi," kata Yoga dalam konferensi pers di Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (8/11).

Pelatihan khusus ini dilakukan setelah adanya rekomendasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) atas hasil penyelidikan akibat rentetan kecelakaan TransJakarta. Rekomendasi ini dikeluarkan akhir tahun lalu. Pelatihan khusus ini, ucap Yoga, dimulai pertengahan tahun ini.

Baca juga: Transjakarta Tabrak Pejalan Kaki, DPRD Panggil Direksi

Di sisi lain, masih banyaknya pramudi yang belum terlatih manajemen keselamatan dan kewaspadaan ini disebabkan beberapa hal.

"Pertama dari instrukturnya yang terbatas. Kedua, pramudi ini juga kan masih harus bekerja. Jadi dilakukan pada saat mereka libur," ujarnya.

Sementara itu, untuk terus meningkatkan kualitas pramudi dalam hal keselamatan, PT Transjakarta bakal mengajukan pedoman keselamatan bagi pramudi Transjakarta kepada Kementerian Ketenagakerjaan dan Badan Nasional Standarisasi Profesi (BNSP).

"Sudah, sedang diajukan ke kementrian tenaga kerja, harus ada pengesahan dari mereka. Kami sudah ajukan modul SKK sudah lengkap sedang menunggu untuk pengesahan," tuturnya.(OL-5)

Baca Juga

dok.ist

Ratusan Santri di Bekasi Doakan agar Indonesia Lebih Baik di 2024

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 05 Desember 2022, 21:22 WIB
JARINGAN relawan Santri Dukung Ganjar Jabodetabek menggelar doa bersama di Pondok Pesantren (Ponpes) Al - Fath Jalen, Jejalenjaya, Tambun...
dok.Ist

Polres Jakbar Didemo Ratusan Warga, Ini Pemicunya

👤mediaindonesia.com 🕔Senin 05 Desember 2022, 21:06 WIB
POLRES Metro Jakarta Barat didemo elemen masyarakat, Senin (5/12/2022) siang. Karena kecewa  setelah seorang tersangka dinyatakan...
MI/Pius Erlangga

Polisi Umumkan Hasil Investigasi Kematian Keluarga di Kalideres, Jumat

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Senin 05 Desember 2022, 19:45 WIB
Tim gabungan akan menggelar konferensi pers pengungkapan hasil investigasi pada Jumat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya