Rabu 02 November 2022, 17:23 WIB

Pembangunan Proyek MRT Jakarta Fase 2A Sudah Mencapai 45%

Putri Anisa Yuliani, Mohamad Farhan Zhuhri | Megapolitan
Pembangunan Proyek MRT Jakarta Fase 2A Sudah Mencapai 45%

Antara
Pekerja berada di tunnel proyek pembangunan jalur MRT Jakarta fase 2A.

 

PT MRT Jakarta masih melakukan pembangunan Fase 2A yang merupakan lanjutan dari Bundaran HI ke Kota. Untuk pembangunan CP 201, yakni Stasiun Thamrin dan Monas fase 2A MRT Jakarta, berjalan sesuai jadwal.

"Per 25 Oktober 2022, perkembangan pembangunan telah mencapai 45,5%," ujar Corporate Secretart Head Division MRT Jakarta Rendi Alhial dalam keterangannya, Rabu (2/11).

Saat ini, pembangunan Stasiun Monas telah masuk ke tahap pekerjaan penyelesaian pengecoran base slab di station box. Lalu, pengecoran kolom base dan concourse level di station box dan pengecoran bearing wall di gardu induk.

Berikut, persiapan main drive untuk tunnel dari Stasiun Thamrin sisi utara menuju Stasiun Monas sisi selatan (northbound). Tunnel northbound telah terpasang 50 ring (75 meter), penggalian ventilation tower dan persiapan entrance 1 Jalan Museum. 

Baca juga: Susul Jakarta, Sulawesi Selatan Mau Kembangkan MRT

Hingga akhir 2022, MRT Jakarta menargetkan penyesaian penggalian station box, roof slab, concourse slab dan base slab stasiun, serta memulai pengeboran koridor Monas-Thamrin. Adapun di Stasiun Thamrin, pekerjaan yang sedang dilakukan meliputi penyelesaian persiapan traffic diversion stage 1-4A, pekerjaan power blender dan guide wall sisi selatan stasiun.

Kemudian, pembangunan D-Wall sisi selatan stasiun, pemasangan kingpost sisi utara stasiun, jet grouting sisi utara dan selatan stasiun, pekerjaan tunnelling TBM-1 dari sisi selatan Stasiun Thamrin menuju sisi utara Stasiun Bundaran HI (northbound) sepanjang 30,6 meter (16 ring).

Hingga akhir tahun ini, MRT Jakarta menargetkan penyelesaian pekerjaan D-Wall dan kingpost station box, penggalian station box, pemasangan traffic decking sisi timur station box dan pengeboran koridor Bundaran HI-Thamrin.

"Per 25 Oktober, terowongan southbound (arah Lebak Bulus) Stasiun Bundaran HI dan Thamrin sepanjang 562 meter telah tersambung. Begitu pula Stasiun Monas-Thamrin sepanjang 356 meter," imbuhnya.

Baca juga: Anies: Di MRT, Presiden dan Pengangguran Sejajar

Sedangkan untuk CP 202 (Stasiun Harmoni-Mangga Besar-Sawah Besar) setelah resmi dimulai pada 18 Juli lalu. Kemudian per 25 Oktober, sudah mencapai 7,52% dengan cakupan pekerjaan meliputi manajemen rekayasa lalu lintas (traffic diversion) tahap 1.1 dimulai sejak 18 Agustus.

Kemudian, relokasi dan penanaman kembali pohon kompensasi terdampak, pekerjaan archeological test pit, pekerjaan test pit utilitas dan persiapan pekerjaan halte bus sementara. Pascapenandatanganan paket kontrak (contract package) CP 203 (Stasiun Glodok dan Kota) pada 20 April 2021, pekerjaannya sudah mulai dilakukan dan berjalan sesuai jadwal.

Per 25 Oktober 2022, perkembangannya sudah mencapai 18,9% dengan pekerjaan di Stasiun Glodok meliputi melanjutkan pekerjaan pembuatan D-Wall. Di Stasiun Kota, meliputi pekerjaan pembangunan tiang penyangga sementara (king post), pengangkatan sebagian temuan saluran air kuno Batavia dan persiapan pekerjaan dinding stasiun (D-Wall).

Baca juga: Penghasil GRK Terbesar di DKI Jakarta, Sektor Transportasi Penyumbang Teratas

Sedangkan pengadaan CP 205 railway systems and trackwork (sistem perkeretaapian dan rel), 206 rolling stock (ratangga) dan CP 207 automatic fare collection (sistem pembayaran), masih berjalan sesuai jadwal. Fase 2A MRT Jakarta akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer.

Terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok dan Kota. Adapun Fase 2A tersebut dibagi menjadi dua segmen, yaitu segmen satu Bundaran HI-Harmoni yang ditargetkan selesai pada Maret 2025. Lalu, segmen dua Harmoni-Kota yang ditargetkan selesai pada Agustus 2027.

Fase 2B MRT Jakarta yang melanjutkan dari Kota sampai dengan Depo Ancol Barat, masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study). Fase 2A MRT Jakarta dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara pemerintah Indonesia dan Jepang.

Berbeda dengan fase 1, fase 2 dibangun sekaligus dengan stasiun berkonsep kawasan berorientasi transit (TOD). "Konsep ini tidak hanya menyiapkan infrastruktur stasiun MRT Jakarta saja, namun juga kawasan sebagai paduan antara fungsi transit dan manusia, kegiatan, bangunan dan ruang publik," jelas Rendi.(OL-11)
 

Baca Juga

DOK.MI

Pelayanan Keimigrasian KBRI Beijing Pulih Pascakebakaran di Jakarta

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 10 Desember 2022, 00:00 WIB
Berbagai peralatan komputer yang terkoneksi dengan sistem elektronik di kantor pusat di Jakarta tiba-tiba terputus saat peristiwa itu...
dok.Ist

Lestarikan Kebudayaan Sunda, DPRD dan Pemkot Bogor Bersinergi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 09 Desember 2022, 22:53 WIB
DALAM rangka merayakan Pekan HAM) Kota Bogor. Kecamatan Bogor Selatan, menggelar acara diskusi dengan tema 'Merawat Kebudayaan...
Dok Facebook H3 Jakarta

H3 Jakarta akan Lebih Berkontribusi untuk Pariwisata Indonesia

👤Fetry Wuryasti 🕔Jumat 09 Desember 2022, 20:26 WIB
HIMPUNAN Humas Hotel (H3) Jakarta melaksanakan serah terima serah terima pengurusan dari tim pengurus 2020-2022, ke tim pengurus 2022-2024,...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya