Kamis 09 Juni 2022, 13:02 WIB

Tarif Integrasi Disetujui Rp10 Ribu, Pengamat: Masih Kemahalan

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Tarif Integrasi Disetujui Rp10 Ribu, Pengamat: Masih Kemahalan

ANTARA FOTO/Aditya Pradana
Warga menggunakan transportasi publik

 

PENELITI Institut Studi Transportasi (Instran) Dody Herlambang menilai tarif integrasi transportasi umum yang diusulkan Dishub DKI dan disetujui oleh Komisi B DPRD DKI Jakarta sebesar Rp10 ribu masih terlalu mahal.

Dody mengatakan, untuk menilai mahal atau murah tarif integrasi tersebut dapat menggunakan perhitungan sesuai UMP DKI Jakarta saat ini yakni Rp4,6 juta. Menurut World Bank, biaya transportasi bulanan per individu tidak boleh melebihi 10% dari total pendapatannya.

"Kalau kita pakai standar World Bank, keuangan keluarga yang sehat, belanja transportasi maksimal 10% dari total gaji/pendapatan. Kalau kita pakai UMP DKI Jakarta masih di bawah Rp5 juta per bulan tentunya tarif integrasi Rp10 ribu masih agak berat," jelas Dody, Kamis (9/6).

Jika memakai standard tersebut, nilai maksimal pengeluaran transportasi warga DKI adalah Rp460 ribu. Sementara, jika menggunakan tarif Rp10 ribu dan dikalikan dua untuk perjalanan pulang pergi per orang akan menghabiskan Rp20 ribu per hari. Dengan jumlah hari kerja efektif dipukul rata 25 hari kerja tiap bulannya, per orang masih harus menghabiskan biaya Rp500 ribu per bulan.

"Apalagi bagi mereka yang menggunakan KRL pastinya akan mahal lagi biaya transportasinya tiap bulan," ungkapnya.

Baca juga: Pekan Ini Anies Terbitkan Aturan Tarif Integrasi Transportasi

Di sisi lain, Dody meminta agar tarif integrasi tidak membebani warga yang tidak memerlukan banyak transit. Tarif normal harus tetap berlaku bagi warga yang hanya memerlukan satu jenis moda angkutan umum untuk bermobilitas.

Dody juga merekomendasikan penataan rute agar tiap-tiap moda angkutan umum tidak saling tumpang tindih rutenya sehingga tak menjadi 'predator' penumpang satu sama lain. Ia juga merekomendasikan agar tarif integrasi tersebut sudah termasuk tarif KRL.

Sebelumnya, Komisi B DPRD DKI Jakarta menyetujui usulan Dinas Perhubungan DKI Jakarta soal tarif integrasi transportasi umum senilai Rp10 ribu. Dengan ini, masyarakat yang hendak bermobilitas dapat membayar hanya Rp10 ribu untuk satu kali perjalanan dengan lama waktu tempuh maksimal 3 jam jika menggunakan 3 jenis moda sekaligus yakni Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta.

Jika menggunakan tarif normal, untuk rute terjauh menggunakan 3 jenis moda tersebut warga akan menghabiskan biaya Rp22.500.(OL-5)

Baca Juga

MGN/Sidharta

Aspek Keramaian di Depok Harus Diperketat Menyusul Ratusan Kasus Baru Covid-19

👤Sidharta Agung (MGN), Muklis Efendi (SB) 🕔Kamis 01 Desember 2022, 17:34 WIB
KASUS covid-19 kembali menggeliat di Kota Depok, Jawa Barat, dengan ditemukannya sebanyak 225 pasien baru dalam kurun waktu sebulan...
Antara

UMK Kota Bekasi Naik Menjadi Rp5,1 Juta

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Kamis 01 Desember 2022, 17:09 WIB
Sebelumnya pada 2022 UMK Kota Bekasi ditetapkan sebesar Rp4,8...
MI/Rahmatul Fajri

Freddy Widjaja Minta Polisi Buka Lagi Kasus Dugaan Pemalsuan Akta

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 01 Desember 2022, 16:08 WIB
Martin mengatakan, dugaan pemalsuan akta kelahiran dalam penetapan Freddy Widjaja sebagai anak sah dari almarhum Eka Tjipta Widjaja...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya