Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
SELAIN covid-19, Pemprov DKI Jakarta juga menghadapi penyakit lainnya yakni demam berdarah dengue (DBD). Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Dwi Oktavia mengatakan, penyakit tersebut selalu ada setiap tahun namun siklus kenaikan kasus DBD biasanya terjadi pada Januari dan mencapai puncaknya sekitar Maret hingga April.
"Ya betul, angka DBD-nya memang kelihatan ada peningkatan dan memang ya polanya DBD akan naik di awal tahun, puncaknya April nanti terus baru turun," ujarnya saat dihubungi, Senin (31/1).
Siklus DBD yang terjadi pada Januari hingga April dikarenakan faktor cuaca. Untuk itu, setiap menjelang awal tahun Pemprov DKI melakukan kampanye masif kepada masyarakat untuk melakukan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
"Jadi pengendalian DBD juga jadi tantangan, karena untuk melakukan PSN kita juga meminta masyarakat di tingkat keluarga mempunyai anggota keluarga yang bertanggungjawab menjadi jumantik mandiri mengingatkan anggota keluarga yang lain di rumah dan juga mengecek jangan sampai ada yang bertelur," paparnya.
Baca juga: Bareskrim Ambil Alih Kasus Penyekapan Pengusaha di Depok
"Juga mewaspadai kalau ada keluhan demam anggota keluarga, maka kita monitor, tentu saat ini kalau ada keluhan demam yang harus kita waspada duluan memang Covid, kemudian kemungkinan DBD atau kemungkinan penyakit lain," jelasnya.
Ia menambahkan ada ciri khas lain gejala pada DBD yang berbeda dengan covid-19 yakni demam yang naik turun.
"Misalnya demamnya turun, akan menurun di hari kelima. Itu saat yang kita harus waspadai, jangan sampai kemudian terjadi perburukan kondisi pada DBD yang tidak dimonitor dengan baik. Kemudian pada saat demam terus menerus perlu dilakukan pemeriksaan ke dokter ke faskes dan kemungkinan perlu dilakukan pengencekan darah dan lain, dan bisa dilihat demamnya karena apa," tukasnya. (OL-4)
Kawasan Asia Tenggara telah lama menjadi episentrum global penularan dengue. Berdasarkan data terbaru, hampir 400.000 kasus dilaporkan di wilayah ini sepanjang 2025.
Indonesia mencatatkan capaian signifikan dalam upaya pencegahan angka kematian dari kasus demam berdarah (DBD).
hujan menyebabkan adanya genangan-genangan di beberapa tempat. Kondisi ini menjadi faktor utama berkembangnya nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD)
Pada 2025, tercatat 161.752 kasus Dengue dengan 673 kematian yang tersebar di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Sepanjang Januari 2026, setidaknya ditemukan 20 orang di Kabupaten Bangka Provinsi Bangka Belitung (Babel) terserang demam berdarah dengue (DBD).
SEBANYAK 2 orang meninggal dunia akibat demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi di Kabupaten Cirebon sepanjang 2025 lalu. Sepanjang 2025 lalu ada 1.169 kasus DBD di Kabupaten Cirebon.
Dinas Kesehatan telah menurunkan tim medis serta menyiagakan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Terdapat 160 kasus DBD pada Oktober 2025, 161 kasus pada November dan meningkat menjadi 163 kasus DBD pada Desember 2025 di Jakarta Barat.
Saat ini, di Kota Bandung baru ada dua puskesmas yang sudah beroperasi penuh selama 24 jam, yakni Puskesmas Ibrahim Adjie dan Puskesmas Garuda
Pada 2025 ada 24.851 jiwa terduga Tb. Sampai Agustus, ditemukan 15.300 terduga, dengan temun kasus baru sebanyak 1.978 orang.
Salah satu kendala utama dalam mencapai target IDL di Pangkalpinang adalah masih adanya penolakan dari sebagian masyarakat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, menemukan 20 kasus baru HIV yang terjadi pada tahun 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved