Rabu 19 Januari 2022, 20:13 WIB

Serikat Pekerja Bongkar Muat Minta Kenaikan Upah di Atas UMP DKI 

mediaindonesia.com | Megapolitan
Serikat Pekerja Bongkar Muat Minta Kenaikan Upah di Atas UMP DKI 

ANTARA FOTO/Sigid Kurniawa
Suasana Pelabuhan Tanjung Priok di Jakarta Utara.

 

SERIKAT Tenaga Kerja Bongkar Muat (STKBM) Federasi Buruh Transportasi Pelabuhan Indonesia (FBTPI) Tanjung Priok mengingatkan agar kenaikan upah TKBM di atas persentase kenaikan upah minimum provinsi (UMP) DKI tahun 2022. 

"UMP DKI naik 5,1% tahun 2022 ini, kami minta kenaikan upah TKBM di atas angka itu," tegas Ketua Umum STKBM, Muhammad Nurtakim, Rabu (19/1), di Jakarta. 

Dia beralasan sepanjang tahun ini kegiatan bongkar muat di pelabuhan mengalami peningkatan. Bahkan data trafik kapal di pelabuhan tersibuk di Indonesia tersebut naik 4,89%. 

Itu artinya, imbuhnya, kegiatan bongkar  muat naik secara keseluruhan. Selain itu, meskipun situasi pandemi, kegiatan bongkar muat di pelabuhan terus  berjalan. 

"Tahun lalu kita memaklumi tidak ada kenaikan upah, nah tahun ini kami meminta agar angka kenaikan upah di atas prosentase UMP DKI. 

"TKBM di pelabuhan Priok itu berstatus sebagai pekerja harian lepas yang jumlah hari kerjanya tidak menentu, karena itu kami meminta agar TKBM mendapatkan upah yang lebih layak," katanya. 

Nurtakim memastikan akan terus mengawasi proses pembahasan kenaikan upah yang saat ini sedang dilakukan Koperasi TKBM dengan asosiasi perusahaan bongkar muat. 

Pertahanan SKB 

Selain soal upah, Muhammad Nurtakim juga meminta pemerintah untuk mempertahankan Surat Keputusan Bersama (SKB) dua Dirjen di Kementerian Perhubungan dan Kementerian Tenaga Kerja serta 1 Deputi Kementerian Koperasi tentang Pembinaan dan Penataan Koperasi TKBM di Pelabuhan. 

Menurutnya, secara regulasi aturan tersebut harus dipertahankan karena menjamin kepastian status pengelolaan TKBM di pelabuhan.

Nurtakim menduga wacana pencabutan SKB 2 Dirjen dan 1 Deputi tersebut hanya untuk membuka kran liberalisasi pengelolaan TKBM dengan mengizinkan banyak badan usaha. 

"Sesuai amanat UUD 1945, pemerintah harus melindungi keberadaan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional, salah satunya Koperasi TKBM," urainya. 

Menurutnya, jika wacana pencabutan SKB 2 Dirjen dan 1 Deputi dilaksanakan, besar kemungkinan akan mengubah status TKBM menjadi pekerja outsourcing. 

Padahal, yang seharusnya dilakukan pemerintah itu meningkatkan pengawasan pelaksanaan hak-hak normatif TKBM sebagaimana diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan No 35 Tahun 2007.

Sebab, imbuhnya, sampai saat ini masih ada perusahaan bongkar muat yang tidak membayar upah sesuai ketentuan. 

Dia mengaku heran dengan kondisi TKBM yang memprihatinkan namun dituding sebagai penyebab inefisiensi biaya logistik. 

"Kami siap buka-bukaan data tentang biaya logistik di pelabuhan, berapa persen yang dibayarkan pemilik barang, dan berapa persen yang dibayarkan kepada perusahaan bongka muat dan pihak lainnya," pungkasnya. (RO/OL-09)

 

Baca Juga

Antara/Muhammad Adimaja

DPRD DKI bakal Panggil Manajemen Ancol Pertanyakan Pengelolaan Keuangan Formula E

👤Selamat Saragih 🕔Senin 16 Mei 2022, 18:37 WIB
Ancol menggunakan dana Penyertaan Modal Daerah (PMD) yang berasal dari APBD DKI untuk menutupi kerugian akibat membantu penyelenggaraan...
Antara/Galih Pradipta

BPBD DKI Sebut 4 Daerah Ini Terancam Banjir Rob, Mana Saja ? 

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 16 Mei 2022, 18:21 WIB
"Empat wilayah pesisir yang berpotensi berdampak banjir Rob adalah Pademangan, Penjaringan, Pelabuhan Sunda Kelapa, Kepulauan...
Antara/Aprilio Akbar

Catat, Ini Cara Mendaftar PPDB 2022 DKI Jakarta untuk SD, SMP dan SMA/SMK

👤Selamat Saragih 🕔Senin 16 Mei 2022, 17:57 WIB
Pengajuan akun mulai dibuka 17 Mei 2022 untuk jenjang Sekolah Dasar (SD), kemudian Sekolah Menengah Pertama 23 Mei dan Sekolah Menengah...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya