Selasa 28 Desember 2021, 14:11 WIB

Koalisi Pejalan Kaki Kecewa Pengguna Kursi Roda Dilarang Masuk GBK

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Koalisi Pejalan Kaki Kecewa Pengguna Kursi Roda Dilarang Masuk GBK

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Sejumlah warga berolahraga di bagian luar Stadion Utama, Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

 

KETUA Koalisi Pejalan Kaki Alfred Sitorus mengaku kecewa karena salah satu rekan pengguna kursi roda dilarang masuk ke kawasan Stadion Gelora Bung Karno (GBK). Rekan pengguna kursi roda bernama Abil tersebut diketahui ingin memasuki kawasan GBK pagi tadi bersama sesama rekan penggunaan kursi roda lainnya.

Alfred mengatakan, kawasan GBK dinilainya selama ini sudah memiliki fasilitas kontur jalan dan trotoar yang sangat baik sehingga ramah bagi penyandang disabilitas kursi roda.

"Jadi gini, sebenarnya rekan saya Abil pengguna kursi roda, disabilitas. Sebenarnya kalau dibilang bahwa tidak normal, yang tidak normal itu yAng melarang masuk GBK. Disabilitas itu bukan tidak normal," kata Alfred saat dihubungi, Selasa (28/12).

GBK merupakan ruang publik. Terlebih sebagai kawasan fasilitas olahraga, GBK telah direnovasi oleh pemerintah pusat sehingga mampu menjadi lokasi penyelenggaraan Asian Paragames 2018 silam. Untuk itu, justru menjadi pertanyaan apabila pengelola saat ini tak memperbolehkan penyandang disabilitas memasuki kawasan tersebut.

Baca juga: Ragunan Dikunjungi 31 ribu Pengunjung Selama Libur Akhir Pekan Lalu

"Ini yang merupakan satu tamparan bagi negara, dimana pengelolaannya di bawah naungan GBK, tapi kepemilikan masih di bawah Setneg. Jadi tentu ruang-ruang publik seperti GBK ini tidak perlu ada penolakan atau apapun aksesibilitas bagi teman-teman pengguna kursi roda, tuna netra, lansia, atau ibu hamil, atau ibu-ibu yang gunakan stroller yang bawa bayi," pungkasnya.

Ia pun melihat insiden ini disebabkan minimnya edukasi bagi para pekerja di GBK untuk bisa ramah terhadap berbagai kalangan masyarakat. Insiden ini pun disebutnya dapat menjatuhkan martabat GBK sebagai lokasi penyelenggaraan olahraga internasional.

"Akhirnya menjatuhkan legalitasnya sebagai ruang internasional, perhelatan internasional, ketika ada batasan-batasan yang memang tidam mumpuni diketahui petugas ataupun para penjaga frontliner mereka," lanjutnya. (OL-4)

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

Daya Tampung Sekolah di PPDB Kerap Diabaikan, Ini Imbauan Ombudsman Jakarta

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 26 Mei 2022, 23:06 WIB
Faktanya, lanjut Dedy, ketentuan daya tampung ini seperti diabaikan oleh beberapa SMA dan SMK milik pemerintah di Provinsi DKI Jakarta dan...
AFP/Luis Robayo

Cegah DBD, Dinkes Kota Bekasi Sarankan 3M Bukan Fogging

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Kamis 26 Mei 2022, 23:00 WIB
Kepala Dinkes Kota Bekasi Tanti Rohilawati menegaskan terkait perkembangan DBD di Kota Bekasi fogging bukan untuk pencegahan tetapi untuk...
MI/Andri Widiyanto

Satu Mobil Formula E Akan Dipamerkan saat HBKB di Jakarta Minggu Nanti

👤Mohamad farhan Zhuhri 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:46 WIB
"Mobil ini akan dipajang dan hanya 1," ujar Ketua Komite Penyelenggara Formula E Jakarta Ahmad...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya