Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
POLDA Metro masih memburu pelaku pengeroyokan anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polda Metro Jaya di Mampang, Jakarta Selatan, yang terjadi MInggu (15/5). Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Awi Setiono menampik pelaku yang terlibat merupakan oknum TNI.
"Bukan seperti itu, tidak ada (oknum TNI). Sampai sekarang masih diselidiki siapa yang melakukan pengeroyokan," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Konbes Pol Awi Setiono di Mapolda Metro Jaya, Senin (16/5)
Para pelaku ini diketahui memiliki ciri-ciri bertubuh tegap dan rata-rata berambut cepak. Menurut Awi, pihaknya tidak bisa sembarangan menduga-duga gerombolan tersebut.
"Saat kejadian itu sudah petang. Saksi korban juga mengalami kesulitan (mengenali) karena dikejar-kejar oleh gerombolan," kata Awi.
Anggota Satlantas Polda Metro Jaya, Brigadir Bram Karisma, dikeroyok sekelompok pemuda berjumlah sepuluh orang menggunakan lima sepeda motor sekitar pukul 18.15 WIB, Minggu (15/5). Pengeroyokan itu dilakukan saat Bram bertugas di perempatan lampu merah Jalan Mampang Prapatan-H.R. Rasuna Said, Jakarta Selatan. "Mereka langsung menyerang anggota kami yang sedang melakukan pengaturan," kata Awi.
Bram sempat berusaha melarikan diri ke rumah makan warung padang. Namun para pelaku mengejar dan menghajar Bram dengan tangan kosong dan ruyung (double stick). Beberapa saksi di warung padang awalnya berusaha menolong Bram. Namun, mereka mundur karena kalah jumlah dengan kelompok tersebut.
Tak lama, datang seorang anggota Satlantas lain untuk membantu Bram. Melihat ada polisi datang, kelompok tersebut berpencar melarikan diri. Mereka mengarah ke Kuningan, Buncit, dan Jalan Kapten Tendean.
Bram kemudian diberikan perawatan di rumah sakit. Ia mengalami luka lecet pada pelipis mata kiri dan kanan serta lecet di siku kanan.(X-11)
Tim dokter FKUI dan relawan UI Peduli memberikan dukungan psikososial dan layanan medis bagi penyintas banjir dan longsor di Samar Kilang, Aceh.
Dalam situasi bencana, komunikasi pemerintah menghadirkan negara secara emosional, selain menyampaikan data dan laporan administratif.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyampaikan, dari hasil pendalaman sementara terdapat sejumlah kasus yang sudah dan masih diproses.
Mendagri menegaskan, pemerintah pusat telah menelusuri asal-usul surat dan berkoordinasi langsung dengan pihak terkait untuk memastikan substansi serta kemungkinan tindak lanjutnya.
Presiden kemudian menghampiri para juru masak itu dan menyalami mereka, kemudian di area dapur yang lain, salah satu juru masak menyiapkan sepiring nasi goreng lengkap dengan telor ceplok.
Pengamat kebijakan publik Universitas Trisakti Trubus Rahadiansyah mengingatkan agar penanganan bencana banjir dan longsor di Aceh tidak diseret ke ruang politisasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved