Minggu 17 Oktober 2021, 11:45 WIB

Polda Kalbar Gerebek Kantor Pinjol yang Beroperasi Sejak 2020

Yakub Pryatama | Megapolitan
Polda Kalbar Gerebek Kantor Pinjol yang Beroperasi Sejak 2020

medcom.id
Ilustrasi pinjaman online

 

POLDA Kalimantan Barat (Kalbar) menggerebek kantor perusahaan pinjaman online (Pinjol) PT Sumber Rejeki Digital (SRD) di jalan Veteran, Benua Melayu Darat, Pontianak Selatan. Diketahui, perusahaan tersebut sudah beroperasi sejak Desember 2020.

Perusahaan ilegal itu juga punya karyawan aktif sebanyak 66 orang dan memiliki 1.600 orang nasabah.

"Kami menerima laporan dari masyarakat adanya sebuah rumah yang diduga digunakan sebagai kantor pinjaman online yang mengancam keselamatan dan merugikan masyarakat," ujar Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Kalbar Kombes Luthfie Sulistiawa, Sabtu (16/10).

Luthfie menyebut perusahaan ilegal itu setidaknya telah menghasilkan perputaran uang dari bisnis pinjol ilegal hingga Rp3,25 miliar.

Ia menjelaskan perusahaan pinjol ini setidaknya memiliki 14 aplikasi yang tidak terdaftar di otoritas jasa keuangan (OJK). Saat penggerebekan, polisi ciduk 14 orang pegawai yang sedang betugas saat perusahaan beroperasi kemarin.

Baca juga: Cegah Pinjol Ilegal, Pemerintah akan Moratorium Izin Pinjol

Mereka merupakan operator dan desk collection atau penagih utang dengan menggunakan daring.

"Beberapa barang bukti sudah kami amankan berupa 22 unit laptop, 18 unit handphone, 9 unit CPU komputer, 7 buah sim card, 3 buah modem dan dokumen-dokumen terkait pinjaman online tersebut," tuturnya.

Luthfie pun berharap agar masyarakat tak tergiur dengan tawaran praktis dan mudah yang ditawarkan oleh perusahaan pinjol.

Pasalnya, perusahaan bakal menjerat nasabah yang tak mampu membayar utang karena menaruh bunga yang tinggi.

Sebagai informasi, Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dit Tipideksus) Bareskrim Polri menciduk tujuh orang tersangka jaringan penyelenggara financial technology peer to peer lending (fintech P2P lending) atau biasa dikenal pinjaman online (pinjol) ilegal.  

Bareskrim juga memburu satu Warga Negara Asing (WNA) ZJ. WNA asing ini diduga berperan sebagai penyandang dana dari layanan penyebaran SMS ancaman tersebut. Namun, polisi tak bisa menyebut asal mana WNA itu. (OL-5)

Baca Juga

Dok JGC

Gowes dan Tanam demi Lingkungan yang Lebih Baik

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 27 November 2021, 14:35 WIB
Kegiatan gowes menyusuri jalanan Jakarta Garden City bekerja sama dengan komunitas Pedals, sedangkan tanam pohon berkolaborasi...
Dok.MI

Polisi yang Dikeroyok Anggota Pemuda Pancasila Luka di Kepala hingga Dada

👤Hilda Julaika 🕔Sabtu 27 November 2021, 13:50 WIB
Penganiayaan terjadi saat unjuk rasa di Gedung MPR/DPR Jakarta Pusat, pada Kamis (25/11)...
Dok.MI

Reuni 212 Dijanjikan "Super Damai", Polisi: Tetap Harus Dapat Izin

👤Hilda Julaika 🕔Sabtu 27 November 2021, 13:36 WIB
Hal ini untuk merespons rencana Panitia Reuni Akbar 212 yang bakal mengubah konsep kegiatan jika Polda Metro Jaya tidak memberikan izin...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya