Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
TERLAPOR dugaan kasus penipuan CPNS, Olivia Nathania dan suaminya Rafly N Tilaar tidak memenuhi pemeriksaan di Polda Metro Jaya hari ini (5/10). Anak dari Nia Daniaty ini bahkan disebut mengalami depresi lantaran pelaporan kasus yang membawa namanya ini.
Pengacara dari Olivia, Susanti Agustina mengatakan kliennya tidak hadir memenuhi undangan polisi karena belum siap mental.
Baca juga: Polres Tangsel Tilang 1.445 Pengendara Selama Operasi Patuh Jaya 2021
"Penundaannya satu kesiapan mental, kedua kesiapan dokumen pendukung atas laporan pelapor paling enggak ada bukti-bukti bantahanlah," kata Susanti di Polda Metro Jaya, Selasa (5/10).
Kesiapan mental tersebut juga berkaitan dengan keadaa kliennya yang depresi saat ini. Karena laporan kasus yang disebut Susanti telah mendiskreditkan Olivia.
"Iya itukan pasti mental harus kuat juga apalagi dalam pemberitaan Oi merasa diskreditkan. Dari pelapor nah makanya ada bantahan-bantahan tapi bantahan tersebut kan harus dipertanggungjawabkan makanya dia harus punya kekuatan mental," ungkapnya.
Pihak kuasa hukum pun meminta penjadwakan ulang pemeriksaan kliennya. Oleh karena itu ia mendatangi Polda Metro Jaya untuk menyampaikan ke penyidik bahwa kliennya tidak dapat memenuhi pemeriksaan tersebut. Kemudian mengatakan kliennya meminta pemeriksaan ditunda hingga pekan depan.
"Pemeriksaan hari ini nggak ada, kita minta ditunda sampai tanggal 11, hari Senin," ujarnya.
Selain menyiapkan mental, Olivia juga meminta pemeriksaan ditunda untuk menyiapkan bukti-bukti.
"Penundaannya satu kesiapan mental, kedua kesiapan dokumen pendukung atas laporan-laporan pelapor, paling tidak ada bukti-bukti bantahan," jelasnya.
Sebelumnya diberitakan Olivia bersama suaminya dituduh melakukan penipuan dengan modus menawarkan pekerjaan sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).
Odie Hodianto selaku kuasa hukum pelapor menyebut Olivia dan suami sudah menipu 225 orang dengan total kerugian mencapai Rp9,7 miliar.
Diketahui dalam program yang dijalankannya, Olivia meminta seseorang membayar Rp50 juta untuk menjadi PNS. (OL-6)
EXECUTIVE Vice President Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison Indosat Fahd Yudanegoro mengingatkan meningkatnya risiko kasus penimpuan daring melalui aplikasi pesan Whatsapp
KASUS penipuan dengan modus kabar orang tua meninggal dilaporkan mulai marak terjadi di Kota Depok, Jawa Barat, pada awal 2026.
Pemkot Bandung mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melakukan pemesanan hotel secara daring, menyusul ditemukannya dugaan peretasan.
Modus penipuan berbasis dokumen digital kian merajalela, dan celah yang paling sering dimanfaatkan pelaku justru datang dari sesuatu yang terlihat “normal”, informasi lowongan kerja.
Terlapor meyakinkan bahwa modal kecil dapat berubah menjadi miliaran rupiah dalam waktu singkat dengan janji profit yang fantastis.
ENAM orang ditetapkan tersangka oleh Polresta Yogyakarta karena terlibat sindikat penipuan berkedok asmara (love scamming) jaringan internasional.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved