Rabu 29 September 2021, 21:51 WIB

Pelaku Usaha Perikanan dan Nelayan di Muara Baru Ancam Mogok Massal

Thomas Harming Suwarta | Megapolitan
Pelaku Usaha Perikanan dan Nelayan di Muara Baru Ancam Mogok Massal

Dok. Pribadi
Nelayan di Muara baru melakukan mogok massal

 

PELAKU usaha perikanan dan nelayan di Pelabuhan Perikanan Samudera Nizam Zachman, Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara terpaksa melakukan mogok massal dan setop operasional untuk sementara waktu. 

Aksi itu dilakukan masih terkait dengan penolakan PP 85 Tahun 2021 yang dianggap merugikan pelaku usaha perikanan dan nelayan apalagi di tengah pandemi Covid 19. 

"Terus terang kami sangat keberatan dengan kebijakan pemerintah melalui PP 85 Tahun 2021 yang menaikkan tarif perolehan negara bukan pajak, atau PNBP hingga 600%, ini jujur sangat memberatkan kami, padahal usaha di sektor lain pemerintah memberikan relaksasi," ungkap Ketua Himpunan Nelayan Purse Seine Nusantara James Then dalam keterangannya kepada wartawan, Rabu (29/9). 

James menjelaskan, kondisi pandemi Covid 19 merupakan sektor yang ikut terdampak karena menurunnya jumlah tangkapan sampai 50 persen. 

"Ga usah PP baru ini, jika rujukan yang lama pun yaitu hitungan PP 75 kami mau usahapun agak sulit sekali karena PNBP sudah pernah naik 400-500%, ditambah naik jadi 600 persen tentu menjadi makin berat lagi, karena mau untung juga susah sebab hasil tangkapan dalam 2 tahun terakhir ini mengalami penurunan hingga 50%," jelasnya. 

Baca juga : Kadin DKI Gandeng Tangan Foundation Berdayakan Perempuan

Selain itu kata dia, biaya sparepart alat tangkap seperti jaring, tali dan lainnya itu mengalami kenaikan sehingga sangat memberatkan nelayan dan pelaku usaha perikanan. 

"Bahkan banyak dari kami memilih tidak akan memperpanjang ijin, jika pungutan hasil perikanan tarif PNBP nya menggunakan tarif yang ada di PP 85 Tahun 2021," tukasnya. 

Terkait aksi mogok kerja atau setop operasional kata dia akan berlangsung selama seminggu kedepan. 

"Kami pastikan aktivitas terhenti di antaranya bongkar muat, cold storage, perbengkelan, pasar ikan, pergudangan, toko Spare part, makanan. Sambil kami menunggu niat baik pemerintah untuk merevisi aturan ini," pungkasnya. (OL-7)

Baca Juga

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

Kamaruddin Sebut Dendam Motif Pembunuhan Brigadir J

👤Siti Yona Hukmana 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 21:16 WIB
Kuasa hukum mengapresiasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang berani membuka otak pelaku penembakan Brigadir...
dok.ist

Komunitas Ojol Jakarta Utara Gaungkan Ganjar Presiden 2024

👤Selamat Saragih 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 21:09 WIB
KOLABORASI Warung Tegal (Kowarteg) Indonesia kembali blusukan ke kalangan masyarakat kebanyakan di Jakarta Utara. Kali ini, ke komunitas...
Dok. Diskominfo kota Medan

Kahiyang Ayu Pimpin TP PKK Kota Medan Kunjungi Kota Tangsel

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 10 Agustus 2022, 21:08 WIB
Kunjungan TP PKK Kota Medan yang diketuai Kahiyang Ayu diterima Wali Kota Benyamin Davnie, bersama Ketua TP PKK Kota Tangsel Tini...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya