Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PERUSAHAAN Umum Daerah (Perumda) Pasar Jaya menyiapkan lokasi berjualan sementara di Blok B bagi pedagang di Blok C Pasar Minggu yang kios atau tempat usaha mereka terbakar pada Senin (12/4) malam.
Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin mengatakan, berdasarkan hasil inventarisasi, terdapat 391 tempat usaha dari 392 tempat usaha yang berada di Blok C yang ludes dilalap si jago merah.
"Bangunan Pasar Minggu terdiri dari lima blok dan yang terbakar kemarin hanya di Blok C. Gedung ini ada lima lantai. Lantai basement hingga lantai satu itu ada tempat usaha, sisanya buat parkiran kendaraan," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (14/4).
Baca juga: Wagub DKI Tuding Instalasi Listrik Tua Sebabkan Kebakaran di Pasar
Arief menjelaskan tempat usaha yang terbakar sebagian besar digunakan pedagang sembako, bumbu giling, sayuran, rempah-rempah, dan lainnya.
Saat ini, para pedagang belum bisa masuk ke lokasi karena masih terpasang police line.
Ia menambahkan aktivitas perdagangan di Pasar Minggu, saat ini, hanya di Blok D saja yang kebanyakan berjualan sayur dan buah. Sedangkan, aktivitas di Blok B, Blok E, dan Blok F masih menunggu aliran listrik normal kembali.
"Kita segera carikan solusi untuk para pedagang agar bisa segera berjualan kembali. Kita juga masih menunggu hasil investigasi terkait kelayakan struktur bangunan di Blok C yang terbakar," tandasnya. (OL-1)
Revitalisasi mesti diarahkan pada konsep pengembangan kawasan berorientasi transit atau Transit-Oriented Development (TOD).
Kondisi ini tidak hanya merusak estetika pasar, tetapi juga mulai mengancam kesehatan pedagang dan pengunjung.
Holding UMKM Expo 2025 bertema "Ekosistem Bisnis UMKM Kuat, Siap Menjadi Jagoan Ekspor” menjadi wadah yang sangat baik untuk perkembangan UMKM.
Pasokan sering kosong karena tidak adanya panen di sejumlah sentra pertanian akibat intensitas hujan tinggi.
SEJUMLAH pedagang mengeluhkan harga sejumlah komoditas pangan yang masih mahal saat Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia Gibran Rakabuming Raka mengunjungi Pasar Jagasatru.
Keterbatasan pada aspek kemasan, pengelolaan merek, dan strategi pemasaran membuat produk unggulan desa tersebut belum mampu bersaing di pasar modern maupun digital.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved