Headline
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Publik diminta terus bersikap kritis terhadap tindakan aparat.
Kumpulan Berita DPR RI
CAKUPAN vaksinasi di wilayah Jakarta Utara sampai dengan Jumat (29/1) telah mencapai 61,82%. Total sudah ada 13.736 tenaga kesehatan yang mendaftarkan diri untuk mendapatkan vaksinasi covid-19 di wilayah Jakarta Utara.
"Dari total itu, ada 7.571 orang yang sudah mendapatkan vaksin tahap 1. Sementara ada 709 orang yang mengalami penundaan dan 858 orang yang batal divaksin," kata Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara Yudi Dimyati saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (30/1).
Sementara itu, untuk vaksinasi tahap 2, total ada sebanyak 921 orang yang mendapatkan. Sebanyak 18 orang mengalami penundaan vaksin dan tujuh orang batal divaksin.
Vaksinasi tahap 1 dilakukan pada 14 Januari lalu dan tahap 2 dilakukan dua pekan setelahnya yakni mulai 28 Januari.
"Di Jakarta Utara ada 149 fasilitas kesehatan yang terdaftar untuk melakukan vaksinasi. Tetapi yang siap ada 58% atau 86 faskes," jelas Yudi.
Baca juga: Vaksinasi Covid-19 Tahap Pertama untuk Nakes Capai 416.299 Orang
Di Jakarta terdapat 131 ribu tenaga kesehatan yang menjadi prioritas utama vaksinasi covid-19. Namun, sebelumnya Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan jumlah itu bisa saja berkurang melihat kondisi dari tiap nakes.
Sebab, vaksinasi hanya diberikan pada orang dengan rentang usia 18-59 tahun serta tidak memiliki penyakit komorbid atau memiliki penyakit komorbid namun dalam kondisi yang stabil.
"Kan nanti ada penafisan. Kalau usianya di atas 59 tahun, dia tidak dapat. Juga nanti setiap dia datang akan diperiksa tekanan darahnya, kadar gula kalau dia diabetes. Kalau stabil tentu bisa. Tapi kalau tidak, ya terpaksa ditunda atau batal," ungkapnya.(OL-5)
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved