Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
KESATUAN Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Tanjung Priok menemukan balon seluncur darurat yang diduga berasal dari pesawat Sriwijaya SJ-182. Balon seluncur darurat ini ditemukan di sekitar Perairan Pulau Lancang Besar, Kepulauan Seribu.
Kepala Pangkalan PLP Tanjung Priok, Pujo Kurnianto, mengatakan pihaknya masih tetap melakukan pencarian korban dan badan pesawat Sriwijaya Air. Balon darurat itu juga ditemukan Minggu (10/1) dinihari.
"Untuk serpihan lain masih belum ada tanda-tanda," kata Pujo Kurnianto, Minggu (10/1).
Pujo mengatakan pihaknya telah mengerahkan sekitar 5 kapal, dan mendapat bantuan kapal dari unit pelaksana terpadu (UPT) Kepulauan Seribu.
"Jadi total kemungkinan ada 7 kapal yang dikerahkan. Tapi kita masih terus mencari dan bekerjasama dengan Basarnas dan kapal TNI AL," kata Pujo.
baca juga: Penyelam Dari Polri Dikerahkan Cari Korban Pesawat Jatuh
Sementara untuk penentuan titik-titik lokasi pencarian, KPLP juga tetap mengikuti arahan dari Basarnas.
"Tetap ikuti petunjuk Basarnas untuk area survei," tutupnya. (OL-3)
Tim Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan yang menangani kecelakaan pesawat ATR 42-500 rute Yogyakarta-Makassar menemukan sejumlah barang yang diduga milik korban.
Meski beberapa bagian pesawat dan korban telah terlihat, proses evakuasi belum dapat dilakukan akibat cuaca ekstrem dan kondisi medan yang berat di lokasi.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan memastikan pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT dinyatakan memenuhi persyaratan kelaikudaraan.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menyampaikan penyebab jatuhnya pesawat ATR 42-500 belum bisa disimpulkan.
TIM SAR mendirikan tenda di puncak Bukit Bulusaraung, Kabupaten Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan setelah penemuan badan dan ekor pesawat ATR 42 -500
SEHARI sebelum pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) hilang kontak ternyata mesin pesawat tersebut dilaporkan mengalami masalah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved