Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
DEWAN Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan sejumlah poin rekomendasi untuk menuntaskan masalah banjir di Jakarta. Rekomendasi tersebut merupakan hasil pembahasan panjang panitia khusus (Pansus).
Dalam rekomendasinya, Pansus Banjir DPRD DKI Jakarta meminta Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperbarui masterplan tata ruang Jakarta. Pasalnya, konsep masterplan yang digunakan saat ini sudah terlalu usang karena dibuat pada tahun 1973.
“Padahal jika melihat kondisi pemanfaatan ruang dan lahan yang ada saat ini, sudah jauh berubah dengan kondisi tata ruang di tahun 1973. Contoh sederhananya bisa dilihat dari pemanfaatan RTH dan RTB pada tahun 1977 masih berada di angka 79,66% dan ruang wilayah terbangun saat itu berada di angka 20,34%. Setelah Tahun 2015, RTH dan RTB di DKI berada di angka 9,15% dan pemanfaatan ruang terbangun meningkat menjadi 90,85%,” ujar Ketua Pansus Banjir Zita Anjani dalam keterangan resminya, Jumat (25/12).
Rekomendasi kedua, Zita mendorong Pemprov DKI memperhatikan sistem peringatan dan evakuasi dini. Pasalnya, banyak kerugian material yang disebabkan dalam peristiwa banjir khususnya pada pergantian tahun 2019 ke 2020 beberapa waktu lalu.
“Oleh karena itu pansus banjir merekomendasikan kepada Pemprov untuk segera merumuskan SOP penanganan banjir dari mulai pra bencana hingga pasca bencana,” terangnya.
Baca juga: Langganan Banjir, 32 Sumur Resapan Dibangun di Wilayah Petamburan
Tak kalah penting, lanjut Zita, Pemprov DKI juga perlu memperhatikan kolaborasi pemerintah dan masyarakat dalam upaya pengendalian banjir. Termasuk, partisipasi masyarakat yang perlu kembali diintensifkan agar peristiwa serupa tak terulang kembali ke depan.
“Dengan cara membina masyarakat untuk membangun rumah kompos, membina masyarakat untuk melakukan urban farming, membudayakan semangat gotong royong dan mengkampanyekan bahaya banjir di masyarakat,” jelasnya.
Pemprov DKI pun perlu kembali mengevaluasi penggunaan alokasi anggaran untuk pembuatan Rencana Induk Terpadu. Rencana induk terpadu ini meliputi Grand Masterplan, Sistem peringatan dini dan evakuasi, dan sistem kolaborasi pemerintah dan masyarakat.
Kemudian, peningkatan kapasitas sungai/kali dan pembenahan revitalisasi eksisting di 13 titik, memprioritaskan pembangunan revitalisasi polder hingga Sungai Danau Embung Waduk (SDEW), serta pembukaan Ruang Terbuka Hijau yang baru.
“Kami berharap Rekomendasi DPRD ini dapat digunakan sebagai acuan dan panduan dalam menanggulangi banjir di Jakarta,” tutup Zita.(OL-5)
PADA peringatan hari lahir Partai Golongan Karya (Golkar) beberapa waktu lalu, Prabowo Subianto kembali mengemukakan pandangannya tentang sistem pemilihan kepala daerah (pilkada).
Pelibatan Mabes Polri diperlukan untuk menguji transparansi penanganan kasus yang selama ini bergulir di Polda Sulteng.
DOSEN Departemen Politik dan Pemerintahan Fisipol UGM, Dr. Mada Sukmajati menilai, argumen Pilkada melalui DPRD atau Pilkada tidak langsung masih perlu didukung data ilmiah.
WAKIL Ketua DPR RI, Sufmi Dasco Ahmad, menegaskan bahwa DPR RI bersama Pemerintah telah sepakat tidak melakukan revisi UU Pilkada
PKS tidak terjebak dalam logika biner antara pilkada langsung atau tidak langsung, melainkan mendorong adanya evaluasi yang berbasis data.
PDI Perjuangan berupaya menekan biaya politik melalui semangat gotong royong dan aturan internal partai.
Ia mengakui capaian tersebut masih jauh dari ketentuan ideal. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menargetkan porsi RTH Jakarta dapat mencapai 30% pada 2045.
Bapenda telah menelusuri faktor penyebab anjloknya penerimaan BPHTB.
Dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Jakarta Nomor 44 Tahun 2025 tentang Penjabaran APBD Tahun Anggaran 2026, anggaran subsidi untuk Transjakarta ditetapkan Rp3,75 triliun.
Masalah tawuran tidak cukup diselesaikan hanya dengan imbauan moral atau nasihat.
Tuhiyat juga menjelaskan gambaran umum Stasiun Harmoni yang akan menjadi salah satu stasiun penting di jalur utara MRT Jakarta. Kelak, Stasiun Harmoni memiliki panjang 252 meter.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved