Selasa 10 November 2020, 09:59 WIB

Anggaran Banjir DKI Rp4 Triliun, Pemprov Diminta Serius Kelola

Theofilus Ifan Sucipto | Megapolitan
Anggaran Banjir DKI Rp4 Triliun, Pemprov Diminta Serius Kelola

ANTARA/Suwandy
Petugas Sudin DSA Jakarta Timur melakukan pengerukan lumpur menggunakan alat berat di Kali Tambun Rengas, Cakung.

 

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta diwanti-wanti mengelola anggaran penanganan banjir dengan serius. Apalagi, anggaran yang disiapkan untuk menanggulangi masalah menahun itu mencapai lebih dari Rp4 triliun.

"Anggaran yang diusulkan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) tidak main-main sebesar Rp4,05 triliun. Saya minta komitmennya untuk kerja yang betul," kata Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPRD DKI Jakarta, Prasetio Edi Marsudi, dalam keterangan tertulis, Selasa (10/11).

Prasetio mengatakan anggaran itu disiapkan dalam Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Rancangan APBD tahun 2021. Dana tersebut berasal dari pinjaman Pemerintah Pusat ke DKI dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Baca juga: Lokasi Penampungan Siap Digunakan

Pinjaman anggaran untuk meningkatkan infrastruktur pengendalian banjir sebesar Rp3,1 triliun. Sementara sisanya berasal dari APBD DKI Jakarta.

Prasetio meminta Dinas Sumber Daya Air (SDA) berkoordinasi dengan Dinas Bina Marga dalam memanfaatkan anggaran. Supaya banjir tidak terulang akibat program revitalisasi trotoar di sejumlah wilayah di Jakarta.

"Saya juga akan menggagas apel siaga banjir untuk mengetahui jumlah pasukan biru, oranye, hijau, dan alat-alat berat yang akan disiapkan," ujar Ketua DPRD DKI itu.

Prasetio mengatakan seluruh persiapan mencegah dan menangani banjir harus maksimal. Supaya Pemprov DKI mengetahui kelebihan dan kekurangan sumber daya untuk dialokasikan tepat sasaran.

Sementara itu, Kepala Dinas SDA DKI Juaini menjelaskan anggaran sebesar Rp4,05 akan digunakan untuk pembebasan lahan. Lahan itu bakal digunakan untuk melebarkan kali dan membangun waduk.

Anggaran tersebut, kata Juaini, juga dialokasikan untuk membangun polder pengendali banjir, merevitalisasi pompa pengendali banjir, dan membangun tanggul pengaman pantai (NCICD A). Kemudian membangun drainase vertikal, mengembangkan flood supporting information system, dan menata kawasan Kota Tua, Jakarta Barat.

"Untuk pekerjaan hingga akhir tahun ini, kita fokus pada pengerukan waduk, situ, embung yang telah dilaksanakan dari Maret sampai  Desember," papar Juaini. (OL-1)

Baca Juga

MI/Andri Widiyanto

Daya Tampung Sekolah di PPDB Kerap Diabaikan, Ini Imbauan Ombudsman Jakarta

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 26 Mei 2022, 23:06 WIB
Faktanya, lanjut Dedy, ketentuan daya tampung ini seperti diabaikan oleh beberapa SMA dan SMK milik pemerintah di Provinsi DKI Jakarta dan...
AFP/Luis Robayo

Cegah DBD, Dinkes Kota Bekasi Sarankan 3M Bukan Fogging

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Kamis 26 Mei 2022, 23:00 WIB
Kepala Dinkes Kota Bekasi Tanti Rohilawati menegaskan terkait perkembangan DBD di Kota Bekasi fogging bukan untuk pencegahan tetapi untuk...
MI/Andri Widiyanto

Satu Mobil Formula E Akan Dipamerkan saat HBKB di Jakarta Minggu Nanti

👤Mohamad farhan Zhuhri 🕔Kamis 26 Mei 2022, 21:46 WIB
"Mobil ini akan dipajang dan hanya 1," ujar Ketua Komite Penyelenggara Formula E Jakarta Ahmad...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya