Headline
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melakukan perekrutan tenaga profesional untuk meningkatkan pelacakan (tracing) covid-19. Tujuannya, agar rasio antara orang terpapar dengan yang dilacak bisa lebih meningkat.
"Saat ini, Alhamdulillah, kita sudah berhasil sampai 1:8," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta Utara, Rabu (4/11).
Artinya, setiap satu kasus covid-19 ada delapan orang yang terdeteksi berinteraksi dekat.
"Dan klaster terbesar adalah klaster keluarga," tambah dia.
Baca juga: Pemprov DKI akan Sediakan Tenda Pengungsian Banjir Khusus Covid-19
Oleh karena itu, Pemprov DKI akan memantau hari-hari ke depan pascalibur panjang pekan lalu. Ia berharap tidak ada lonjakan kasus.
"Tapi pengalaman sebelumnya, 40% dari klaster yang ada adalah klaster keluarga," ucap dia.
Sebelumnya, Anies menjelaskan pendaftaran bersifat sukarela dan inisiatif sendiri. Namun, orang yang diseleksi mesti memiliki keahlian khusus di bidang kesehatan.
Para tenaga profesional bakal dikontrak hingga Desember 2020 sesuai tahun anggaran Pemprov DKI. Namun, tidak menutup kemungkinan kontrak diperpanjang.
"Kita lihat perkembangan ke depan, tentu mengikuti kondisi pandeminya," tutur mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, Selasa (3/11). (OL-1)
Vaksin penguat atau booster Covid-19 masih diperlukan karena virus dapat bertahan selama 50-100 tahun dalam tubuh hewan.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) baru-baru ini mencatatkan jumlah kasus covid-19 secara global mengalami peningkatan 52% dari periode 20 November hingga 17 Desember 2023.
PJ Bupati Majalengka Dedi Supandi meminta masyarakat untuk mewaspadai penyebaran Covid-19. Pengetatan protokol kesehatan (prokes) menjadi keharusan.
PEMERINTAH Palu, Sulawesi Tengah, mengimbau warga tetap waspada dan selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan menyusul dua kasus positif covid-19 ditemukan di kota itu.
ORGANISASI Kesehatan Dunia (WHO) mengklasifikasikan jenis virus covid-19 varian JN.1 sebagai VOI atau 'varian yang menarik'.
DINAS Kesehatan (Dinkes) Batam mengonfirmasi bahwa telah terdapat 9 kasus baru terpapar Covid-19 di kota tersebut,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved