Headline

Bukan saat yang tepat menaikkan iuran JKN ketika kondisi ekonomi masyarakat masih hadapi tekanan.

Anies: Rasio Tracing Covid-19 di Jakarta 1:8

Yanti Nainggolan, Hilda Julaika
04/11/2020 12:42
Anies: Rasio Tracing Covid-19 di Jakarta 1:8
Warga melintas di depan mural berisi ajakan melawan corona di Jalan Pahlawan Komarudin RW 03, Cakung Barat, Jakarta Timur.(ANTARA/Suwandy)

PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus melakukan perekrutan tenaga profesional untuk meningkatkan pelacakan (tracing) covid-19. Tujuannya, agar rasio antara orang terpapar dengan yang dilacak bisa lebih meningkat.

"Saat ini, Alhamdulillah, kita sudah berhasil sampai 1:8," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di Jakarta Utara, Rabu (4/11).

Artinya, setiap satu kasus covid-19 ada delapan orang yang terdeteksi berinteraksi dekat.

"Dan klaster terbesar adalah klaster keluarga," tambah dia.

Baca juga: Pemprov DKI akan Sediakan Tenda Pengungsian Banjir Khusus Covid-19

Oleh karena itu, Pemprov DKI akan memantau hari-hari ke depan pascalibur panjang pekan lalu. Ia berharap tidak ada lonjakan kasus.

"Tapi pengalaman sebelumnya, 40% dari klaster yang ada adalah klaster keluarga," ucap dia.

Sebelumnya, Anies menjelaskan pendaftaran bersifat sukarela dan inisiatif sendiri. Namun, orang yang diseleksi mesti memiliki keahlian khusus di bidang kesehatan.

Para tenaga profesional bakal dikontrak hingga Desember 2020 sesuai tahun anggaran Pemprov DKI. Namun, tidak menutup kemungkinan kontrak diperpanjang.

"Kita lihat perkembangan ke depan, tentu mengikuti kondisi pandeminya," tutur mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, Selasa (3/11). (OL-1)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya