Rabu 21 Oktober 2020, 08:39 WIB

UMP DKI 2021 Diperkirakan tidak Naik

Hilda Julaika | Megapolitan
UMP DKI 2021 Diperkirakan tidak Naik

MI/ANDRI WIDIYANTO
Suasana antrean pelamar pada bursa kerja yang diselenggarakan sebuah bank swasta di Jakarta.

 

KETUA Umum DPD HIPPI Provinsi DKI Jakarta Sarman Simanjorang memperkirakan Upah Minimum Provinsi (UMP) DKI akan mengalami kenaikan 0%. Artinya, UMP DKI tidak akan mengalami kenaikan.

Menurutnya, hal itu sebagai dampak wajar dari kondisi perekonomian di tengah pandemi covid-19 yang terpukul berat.

“Bank Dunia memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2020 terkontraksi minus 2%. Di sisi lain, inflasi tahunan berdasarkan data Bank Indonesia sampai dengan Oktober adalah sebesar 1,41%. Dengan data pertumbuhan ekonomi dan inflasi 2020, maka kenaikan UMP 2021 diperkirakan 0%,” kata Sarman dalam keterangan resmi, Rabu (21/10).

Baca juga: Perda Menguatkan Jaminan Sosial

Menurutnya, hal itu adalah sesuatu yang wajar karena pandemi covid-19 telah memukul dunia usaha. Banyak UKM yang tutup, terjadinya PHK dan pekerja dirumahkan, cash flow pengusaha yang semakin menghawatirkan, dan akhirnya daya beli masyarakat menurun.

“Di sisi lain, kondisi dunia usaha saat ini juga dinilainya sangat tidak memungkin UMP dinaikkan. Beban pengusaha sudah sangat berat, bisa mampu bertahan selama pandemi ini saja disebutnya sudah bersyukur. Jika UMP dinaikkan akan sangat memukul pengusaha dan mendorong pengusaha semakin terpuruk,” ungkapnya.

Adapun jika terdapat sektor sektor tertentu yang memungkinkan menaikkan UMP seperti sektor telekomunikasi, kesehatan dapat dirundingkan secara bipartite.

Namun, secara umum, dia menilai kondisi pelaku usaha saat ini sudah sangat menghawatirkan. Sarman berharap teman-teman Serikat Pekerja/Buruh dapat memahami kondisi ini.

Sebagai informasi, penetapan UMP tahun berikutnya dilakukan setiap 1 November. Dengan demikian, kenaikan UMP 2021 akan resmi ditetapkan pada akhir Oktober dan diumumkan serentak pada 1 November 2020.

Sampai dengan saat ini, penetapan UMP tahun 2021 tetap memakai formula berdasarkan PP 78 tahun 2015 yaitu UMP tahun berjalan ditambah dengan perkalian UMP tahun berjalan dengan pertumbuhan ekonomi dan inflasi nasional.

Sarman menjelaskan, melihat pertumbuhan ekonomi 2020 yang sangat tertekan dampak pandemi covid-19 dengan kuartal I turun 2,97%, kuartal II terkontraksi minus 5,32%, sedangkan pertumbuhan ekonomi kuartal III tetap terkontraksi minus 2,9-1,1% sedangkan kuartal IV juga diprediksi minus, pertumbuhan ekonomi 2020 dipastikan minus. (OL-1)

Baca Juga

MI/FRANSISCO CAROLIO HUTAMA GANI

Rencana Kenaikan Gaji DPRD DKI Saat Pandemi Dinilai Beratkan Warga

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 03 Desember 2020, 12:56 WIB
Dalam RKT DPRD DKI 2021, setiap anggota akan mendapatkan gaji bulanan Rp173.249.250 sebelum dipotong pajak penghasilan (PPh). Tahun...
ANTARA/Nova Wahyudi

DPRD DKI Klaim Naiknya Tunjangan Anggota Dewan Sesuai Aturan

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 03 Desember 2020, 12:26 WIB
Dalam APBD 2021, terdapat kenaikan anggaran untuk Rencana Kerja Tahunan (RKT) DPRD DKI Jakarta yang mencapai...
Dok MI

Polisi Limpahkan Berkas Kasus Video Syur Mirip Gisel ke Jaksa

👤Rahmatul Fajri 🕔Kamis 03 Desember 2020, 12:08 WIB
Jika berkas dinyatakan lengkap, proses pelimpahan tahap dua bakal segera dilakukan. Penyidik akan menyerahkan tersangka dan barang bukti...

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya