Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
DPRD DKI Jakarta mendorong Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI untuk memeriksa bangunan yang melanggar sempadan sungai.
Apalagi, muncul kasus banjir dan longsor di wilayah Jagakarsa, yang diduga akibat kelalaian pembangunan di sempadan sungai.
“Ini harus ada evaluasi dan cek lagi. Melihat bagaimana pengembang mematuhi atau tidak ketentuan yang ada. Semestinya, developer memperhatikan ketika mau membuat bangunan,” ujar Wakil Ketua Komisi B DPRD DKI Nova Harivan Paloh saat dihubungi, Senin (12/10).
Baca juga: Kelalaian Diduga Penyebab Banjir di Jagakarsa
“Lalu pengecekan dari dinas yang mengeluarkan IMB. Dinas Cipta Karya, Tata Ruang dan Pertanahan juga, karena kan di situ semua perizinannya,” imbuhnya.
Pihaknya pun segera melakukan pengecekan di wilayah Jagakarsa pada Rabu (14/10) mendatang. “Iya, kami Komisi D akan langsung inspeksi ke lokasi. Untuk melihat secara langsung,” pungkas Nova.
Selain itu, Nova mengingatkan pentingnya koordinasi antara Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Tujuannya, membuat turap di sepadan sungai yang dekat permukiman warga. Mengingat pembangunan di sepadan sungai menjadi kewenangan dua institusi tersebut.
Baca juga: Di Tengah Pandemi, Pengendalian Banjir Jakarta Jalan Terus
“Bagaimana kolaborasi antara Dinas SDA dan Kementerian PUPR untuk mempercepat rumah-rumah yang ada di sekeliling pinggiran sungai, supaya tidak terjadi lagi longsoran. Untuk dibebaskan dan langsung diturap,” tuturnya.
Diketahui, terjadi tanah longsor di Perumahan Melati Residence, wilayah Jagakarsa, Jakarta Selatan, pada Sabtu (10/10) malam. Longsor bukan hanya disebabkan hujan dengan intensitas lebat.
Petaka yang menewaskan seorang warga, diduga karena konstruksi dinding turap yang dibangun pengembang kurang kuat. Suku Dinas SDA Jakarta Selatan menilai ada kelalaian dari pihak pengembang. Pasalnya, penyempitan badan kali disebabkan pembangunan di sempadan sungai.(OL-11)
Adapun peresmian taman tersebut juga turut dihadiri Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri.
Penyediaan layanan air bersih yang memadai menjadi syarat mendasar jika Jakarta ingin benar-benar bertransformasi menjadi kota global.
ANGGOTA DPRD DKI Jakarta Josephine Simanjuntak mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan keikusertaan warga dalam mengatasi permasalahan tersebut.
PRESIDEN Prabowo Subianto memanggil Purbaya Yudhi Sadewa, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo,dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia ratas di istana
Banjir dengan ketinggian air hingga 60 cm membuat kolong tersebut tidak dapat dilalui kendaraan.
Meski terjadi kenaikan harga cabai merah kriting, namun Pramono berupaya agar harga bahan pokok tersebut bisa tetap terjaga.
Masih banyak warga menghadapi kesulitan akibat banjir yang melanda akhir tahun lalu
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
BPBD Kota Tangerang menyatakan sebanyak sembilan wilayah kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 - 150 cm akibat tingginya intensitas hujan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved